Wuih..Perempuan di Saudi Diperbolehkan Menggunakan Hak Suaranya

POJOKBANDUNG.com, Sejarah baru tercipta di Arab Saudi. Kemarin (12/12), untuk kali pertama, kaum hawa boleh menggunakan hak politiknya untuk memilih anggota dewan lokal dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif. Bukan hanya itu, perempuan pun boleh maju sebagai kandidat dalam pesta demokrasi yang selama ini didominasi kaum pria tersebut.


’’Sebagai langkah pertama, hal itu adalah pencapaian yang luar biasa. Kini kami merasa menjadi bagian dari masyarakat karena kami bisa ikut menyumbangkan suara,’’ kata Sara Ahmed usai setelah pencoblosan kemarin.

Perempuan 30 tahun yang berprofesi sebagai fisioterapis itu memberikan suaranya di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di kawasan utara Kota Riyadh.

Di antara 20 juta penduduk Saudi, hanya sekitar 1,48 juta yang terdaftar sebagai pemilih. Sebanyak 131.000 di antaranya adalah perempuan. Sebagai negara monarki yang tidak memiliki partai politik (parpol) dan menerapkan aturan kampanye yang sangat ketat, para pemilih tidak bisa menggali banyak informasi tentang kandidat pilihannya. Karena itu, isu lokal menjadi penentu pilihan.

Kandidat perempuan juga tidak bisa bertemu langsung dengan para pemilih pria dalam kampanye. Mereka hanya bisa berhadapan dengan para pemilih perempuan. Sebab, laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh berada di satu ruangan yang sama. Aturan itu membuat beberapa kandidat perempuan memilih berkampanye lewat internet.

Salah satunya adalah Aljazi al-Hossaini. Selama 12 hari, dia memanfaatkan internet sebagai media kampanye. Dengan membuat situs khusus, dia mempromosikan diri. Lewat internet, dia yakin para pemilih, baik pria maupun wanita, bisa lebih mengenalnya. ’’Saya melakukan yang terbaik. Saya melakukannya sendiri,’’ ujar perempuan 57 tahun dari kawasan Diriyah tersebut.

Kali ini, ada sekitar 900 perempuan yang mencalonkan diri dalam pileg lokal. Mereka bersaing dengan sekitar 6 ribu kandidat pria. ’’Jujur, saya tidak berambisi untuk menang. Bisa menjadi kandidat saja sudah menjadi kemenangan bagi saya,” kata Amal Badreldin al-Sawari. Dokter anak berusia 60 tahun tersebut mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah perubahan politik Saudi.

Selain itu, sepertiga kursi dari total 284 di dewan lokal tidak diperebutkan. Mereka dipilih langsung oleh pemerintah setempat. Dengan demikian, peluang bagi para kandidat perempuan untuk bisa duduk di dewan sebenarnya tidak banyak. Namun, kondisi itu tidak mengurangi semangat para tokoh perempuan untuk tetap berpartisipasi dan susah payah menggalang dukungan.

Jika para kandidat perempuan tidak mempunyai banyak peluang untuk menang, mereka pun menemui banyak kendala saat hendak menggunakan haknya. Sebab, sesuai dengan aturan yang berlaku di Saudi, kaum hawa hanya bisa keluar rumah bersama ayah, kakak laki-laki, atau suami. Singkatnya, para pemilih perempuan itu hanya bisa mencoblos jika didampingi muhrim mereka.

Larangan menyetir bagi perempuan juga membuat mereka tidak mungkin datang sendirian ke TPS. Terutama, yang tinggal di lokasi yang cukup jauh dari TPS. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat Awatef Marzooq untuk datang ke TPS dan menentukan pilihannya. ’’Saya terharu. Ini sesuatu yang sebelumnya hanya bisa saya lihat di televisi. Kini kami punya suara,’’ paparnya.

Kelonggaran politik yang diberikan Raja Salman itu menerbitkan harapan Saudi menuju perubahan yang lebih baik. Sebagian kalangan berharap pemerintah pusat akan menggelar pemilu yang sama untuk memilih anggota dewan syura.

’’Tidak ada lagi alasan untuk menolak. Jika bisa melakukannya di tingkat lokal, kami pasti juga bisa melakukannya di tingkat nasional,’’ kata Riyadh Najm, penduduk Riyadh.

Meski suara perempuan baru diakui dalam Pileg 2015, upaya menuju hari bersejarah tersebut sebenarnya dirintis sejak era almarhum Raja Abdullah. Pada 2011, dia berjanji kaum hawa bisa ikut pemilu lokal. Namun, pemilu lokal sendiri baru mulai dihelat pada 2005. Sebelumnya, semua kekuasaan politik terletak pada pemerintah dan kerajaan saja. (AFP/Reuters/hep/co2/ami)

 

Loading...

loading...

Feeds

Gelaran The NextDev, Lanjutkan Inovasi Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel kembali menyelenggarakan The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy tahun 2020. Pengumuman tersebut dilakukan dalam kegiatan …