Sepanjang 2015 Perkara Perbankan di Jabar Bertambah

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sepanjang 2015, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Jabar, telah menangani lebih dari 100 perkara tindak pidana korupsi. Dari jumlah tersebut, yang paling banyak terjadi adalah pelanggaran hukum dalam pengadaan barang/jasa.

Hal itu disampaikan Kepala Kejati Jabar, Feri Wibisono. Menurutnya, perkara-perkara korupsi itu, ada yang sudah selesai di tingkat pengadilan dan masih ada beberapa yang tengah disidik.

“Selama 2015, ada ratusan perkara di seluruh Jabar. Angka pastinya tunggu minggu depan. Termasuk soal nilai kerugian negara dan berapa uang negara yang berhasil kita selamatkan. Yang jelas semua perkara ditangani dan dibawah pengawasan saya langsung,” terang Feri.

Pekan depan, Feri menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi perkara mana saja yang bisa dipercepat diselesaikan dan mana yang kemungkinan diselesaikan tahun depan. Dalam penanganan perkara, ujarnya, tak dipungkiri ada pengaruh-pengaruh faktor eksternal.

“Ada beberapa faktor eksternal yang memperngaruhi, seperti harus menunggu penghitungan kerugian negara, termasuk menunggu proses pengembangan penyitaan barang bukti dan aset,” tuturnya.

Perkara yang banyak ditangani Kejati dan Kejari se-Jabar, kata Feri, yaitu terkait pengadaan barang/jasa. Kasus yang cukup besar dan sempat menyita perhatian adalah pengadaan alat kesehatan (alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar. Selain itu, juga kasus korupsi dana perjalanan dinas DPRD Kota Cimahi.

Urutan kedua parkara terbanyak yang ditangani, yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan atau anggaran. Termasuk didalamnya adalah kasus-kasus korupsi dana hibah dan bansos.

“Sebenarnya untuk hibah/bansos itu secara aturan memang diperbolehkan. Hanya pengelolaan keuangannya ini yang banyak tidak sesuainya,” terang Feri.

Feri menjelaskan, tahun ini juga terlihat ada peningkatan jumlah perkara yang ditangani, termasuk soal sisi kualitasnya yang turut meningkat. Menurutnya, di tahun 2015 ini banyak terungkap perkara-perkara korupsi yang melibatkan perbankan.

“Seperti perkara yang melibatkan Bank Mandiri, BNI atau BJB yang mulai disidangkan semua. Jumlahnya juga saya perkirakan meningkat dibanding tahun lalu,” ungkapnya.

Meski demikian, Feri menyebut sisi perbaikan dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi terus meningkat. Upaya pencegahan yang dilakukan sudah mulai membaik, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran.

“Mekanismenya banyak perbaikan karena beberapa kabupaten/kota kita minta BPKP membantu perbaikan sistemnya. Jadi memang banyak sekali perubahannya. Jaksa juga memberi supervisi dalam beberapa proyek pemerintah,” tandas Feri.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …