Ini Terobosan Baru Ridwan Kamil Soal Lelang Proyek

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai, lelang perdana tahun anggaran 2016 di Bandung Command Center, merupakan sebuah terobosan baru.
Dia mengatakan, melelang bisa dilakukan setelah KUA-PPAS di-MoU-kan. Karena jika setelah dilelang pada akhir tahun 2015, awal tahun 2016 sudah ada proyek yang bisa dikerjakan.


“Kalau dulu harus nunggu APBD ketok palu baru diproses lelangnya. Ada yang lebih buruk, baru dilelang di September pas gagal lelangnya alesannya waktu udah mepet gak bisa diulang,” ujar Ridwan Kamil (12/12).

Kota Bandung sendiri akan memulai 105 paket lelang dari 500-an yang diprediksikan akan dilelang. Semuanya akan dimulai di akhir tahun 2015.

“Jadi di 2016 bisa 100 persen, ada tradisi baru kalau di Bandung lelangnya di akhir tahun sebelumnya. Sehingga awal tahun bisa dilakukan,” ungkap Ridwan Kamil.

Untuk SDM-nya sendiri, Ridwan Kamil mengaku, ada 17 pertugas lelang yang sekarang berada dalam satu unit kerja. Sebelumnya, di setiap SKPD ada petugas lelangnya masing-masing yang mengakibatkan berbedanya proses lelang.

“Sekarang dikumpulkan sehingga dalam satu unit kerja baru inilah reformasi birokrasi kita tidak banyak gangguan yang datang ke dinas-dinas,” imbuhnya.

Kepala Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Kota Bandung Dedi Sopandi menjelaskan, ke 105 paket lelang itu. Ia menerangkan yang mengambil satu paket lelang terdiri dari RSKGM, RSUD dan Disyanjak. Dinas Kesehatan 9 paket, BPPKB 3 paket, RSKIA 6 paket, Diskominfo 8 paket, Dinas Sosial 3 paket dan Dinas Perhubungan 7 paket.

Untuk DBMP, Dedi menuturkan jika mereka mengambil 25 paket untuk penerangan jalan umum (PJU), 11 paket untuk pembuatan jalan trotoar dan saluaran serta jasa konsultan pengawasan 5 paket.

“Ini sudah dilelangkan 105, berarti di awal tahun kita sudah bisa penyerapan anggaran untuk sebuah percepatan sebesar 20,1 persen,”jelasnya.
Untuk lelang di tahun kemarin, menurutnya ada 16 paket yang gagal. Dari jumlah tersebut ada dua paket yang berhasil dilelangkan kembali, sehingga totalnya 14 gagal lelang.

Dua yang berhasil dilelang kembali itu meliputi makan dan minum pasien RSUD dengan makan, minum ASI balita dan PMT di Dinkes.
“Mayoritasnya karena waktu. Jadi pada saat dilelangkan kembali waktu tidak mencukupi. Makanya perceptan lelang ini menjadi solusi,”paparnya
Ia berharap momen lelang perdana ini bisa menjadi momen untuk mengumumkan ke seluruh SKPD bahwa dibulan ini sudah melakukan proses lelang.

“Silakan pacu kepada SKPD untuk segera PPK-nya membuat hps dan lelang,”pungkasnya. (mur)

Loading...

loading...

Feeds