Evakuasi Bocah yang Disiksa Ayahnya, Komnas PA Kirim Timsus


KORBAN KDRT: IA menunjukkan bekas luka memar di kedua pahanya akibat penyiksaan oleh ayahnya.

KORBAN KDRT: IA menunjukkan bekas luka memar di kedua pahanya akibat penyiksaan oleh ayahnya.

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Komnas Perlindungan Anak (PA) menerjunkan tim khusus (timsus) untuk mengawal kasus kekerasan yang menimpa IA. Bocah berusia 6 tahun warga Wonokusumo VI Surabaya itu, Jumat (11/12) kemarin mendatangi Polsek Semampir sendirian, untuk melaporkan kekerasan yang dilakukan ayah kandungnya.


“Kami sudah mengirimkan tim ke Surabaya untuk mengevakuasi anak itu dan mendampingi dia tentunya,” kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada JPNN.com, Sabtu (12/12).

Pria berambut ikal ini berharap tidak ada lagi kekerasan yang menimpa anak-anak di Indonesia. Semua pihak, diminta untuk saling menjaga dan melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan.

“Saya berharap tidak ada lagi kekerasan dimanapun. Kekerasan pada anak ini harus kita sama-sama putus mata rantainya. Anak-anak ini harusnya dilindungi, bukan sebaliknya,” tegas Arist.

Sebelumnya, berbekal keberanian, IA mendatangi Polsek Semampir sendirian untuk melaporkan kekejian sang ayah. Ya, dengan tubuh penuh luka lebam, dia mengaku menjadi korban penyiksaan ayahnya, Agus Arifin.

Mengenakan kaos putih dan celana pendek warna coklat, bocah TK B ini terlihat kebingungan di teras polsek. Melihat ada anak kebingungan, anggota Polsek Semampir mendekatinya dan dengan ramah menanyakan keperluan anak tersebut di kantor polisi.

“Pak, apa benar ini kantor polisi?” tanya IA tanpa perasaan takut kepada salah satu anggota sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Semampir.

Mendengar hal itu, anggota yang menemuinya lantas membawa IA ke dalam kantor dan menanyakan lebih lanjut maksud kedatangannya.

Setelah itu, IA menceritakan bahwa kedatangannya ke kantor polisi untuk melaporkan tindakan ayahnya yang kerap menyiksanya tanpa alasan yang jelas.

“Saya dijewer, mulut saya dipukul pakai tangan dan tubuh saya juga dipukul dengan pentungan sampai memar,” ungkapnya sambil menunjukkan luka lebam di kedua pahanya.

Tidak hanya itu, bocah laki-laki tersebut juga bercerita bahwa dia juga pernah dibuang ke sungai tanpa alasan yang jelas oleh ayahnya. (chi/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds

Rizieq Syihab Terancam Pidana

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Ummi di Kota Bogor, Sabtu (28/11).