Awas…!! Obat Tradisional China Mengandung Logam Berat dan DNA Hewan Langka

Bila anda sering konsumsi obat China, mulai sekarang harus hati hati. Peneliti Australia menemukan kandungan logam berat dan jejak DNA binatang langka dalam produk obat-obatan tradisional asal China.


*****

Seperti dilansir australiaplus.com, Sejumlah produk obat-obatan China yang diteliti oleh peneliti Australia diketahui mengandung logam berat dan bahan obat kimia. Obat tradisional China (TCM) bagi sebagian kalangan masyarakat telah lama dianggap sebagai metode pengobatan yang lebih alami dan menggunakan tanaman obat-obatan atau herbal.

Tapi sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Curtin, Universitas Murdoch, dan Universitas Adelaide mendapati 90 persen dari 26 obat-obatan tradisional China yang banyak tersedia dipasaran setelah diuji ternyata tidak layak dikonsumsi manusia.

Setengah dari obat-obatan itu mengandung zat ilegal, termasuk logam beracun, obat kimia, obat perangsang serta DNA hewan, semua kandungan ini tidak ada yang tercantum pada label produk.

Produk obat-obatan tradisional China (TCM) merupakan industri dengan nilai miliaran dolar dan diperkirakan 50 persen warga Australia menggunakannya sebagai pengobatan alternative.

Untuk meneliti kandungan TCM ini, para peneliti menerapkan metode baru yang melibatkan pemisahan DNA yang sangat sensitive, pengujian tingkat racun dan logam berat.

Penelitian ini tidak mengungkapkan merek TCM yang mereka kaji, namun memastikan mereka membelinya di outlet penjual obat resmi di Adelaide yang juga tersedia dipasaran oleh penjual dan retail lain secara nasional.

Peneliti utama dari Universitas Curtin, Professor Michael Bunce mengatakan hasil dari penelitian ini sangat mencengangkam. “Setengah dari TCM itu mengandung bahan-bahan illegal. Kami menemukan jejaknya dari DNA, setengah dari TCM itu ditambahkan obat kimia sintetis yang bukan berasal dari bahan alami,”

“Sebagian TCM lainnya kami menemukan kandungan logam berat dengan kandungan melebihi batas aman yang direkomendasikan dan 90 persen TCM itu tidak layak dikonsumsi manusia,” tegasnya.

Sementara itu pakar biokimia dari Universitas Murdoch, Dr Garth Maker mengatakan kontaminasi obat-obatan kimia ini juga dapat memicu masalah kesehatan.Karena menurutnya tidak hanya obat penghilang nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen yang mereka temukan dalam kandungan TCM, tapi juga steroids, pengencer darah warfarin dan bahkan sildenafil, bahan aktif pembuat Viagra.

Selain itu dalam penelitian ini juga kandungan Arsenic, cadmium dan timbal serta strychnine, yakni bahan pembuat racun tikus. “Jika kita tidak tahu apa kandungannya, maka sangat sulit untuk meprediksikan efek interaksinya dan juga jika TCM itu digunakan dengan obat yang lain.”

Namun yang paling memprihatinkan menurut Professor Bunce adalah ditemukannya jejak DNA dari binatang langka didalam TCM.”Salah satu obat herbal TCM mengandung jejak DNA leopard salju didalamnya,” papar Professor Bunce.”Kita juga menemukan DNA dari ular tanah, katak dan jejak DNA dari kucing dan anjing,”

Atas temuan ini para peneliti mendesak agar setiap produk obat-obatan herbal yang dijual di Australia perlu masuk dalam daftar obat yang diberi izin dari otoritas Produk Obat (TGA). “Kami berharap TGA memberlakukan prosedur penyaringan yang ketat untuk memonitor ramuan dan obat-obtan ini sebelum bisa diperjualbelikan,” katanya.

TGA menolak untuk diwawancarai tetapi lewat pernyataannya menegaskan, “TGA telah bekerja secara langsung dengan orang yang bertanggung jawab dalam memperkenalkan produk yang dimaksud dalam artikel ini ke pasar Australia sesuai dengan persyaratan perundang-undangan barang terapeutik Australia.”

Sementara Presiden Nasional Federasi Masyarakat Pengobatan Cina di Australia, Profesor Tzi Chiang Lin mengatakan Ia tidak percaya temuan dalam riset ini terjadi menjadi luas di seluruh industri obat-obatan tradisional dan herbal asal China.

Profesor Lin mengatakan jejak kontaminasi logam berat yang sangat tidak biasa ini kemungkinan terkait dengan penggunaan pupuk kimia ditanah tempat mereka menumbuhkan tanaman obatnya.

Temuan penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Reports.Para peneliti berencana untuk memperluas penelitiannya hingga mencakup 300 obat-obatan herbal asal China lain yang banyak tersedia di Australia.(australiaplus.com)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …