Waduh, Empat Kecamatan di KBB Ini Diterjang Longsor

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIPONGKOR – Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat, sempat menuai petaka di empat kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat hantaman longsor.


Empat kecamatan itu diantaranya Kecamatan Cipongkor, Padalarang, Ngamprah dan Cisarua. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Di Cipongkor, Jalan Desa di Kampung Cisumur RT 05/RW 02 , Desa Baranangsiang mengalami longsor di dua titik. Akibatnya, lebar jalan yang awalnya tiga meter, kini menyisakan 1,5 meter.

“Longsor ini nyaris memutuskan akses jalan yang menghubungkan Kampung Cisumur dengan Kampung Suramanggala. Dikatakan nyaris, karena masih dapat dilalui oleh sepeda motor, sedangkan kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa lewat,” kata Camat Cipongkor, Duddy Prabowo, Selasa (8/12).

Dengan tingkat kerusakan badan jalan seperti itu, lanjut Duddy, sulit nampaknya ditanggulangi secara manual. Pasalnya, posisi badan jalan ada pada ketinggian enam meter. Jalan ini juga merupakan jalan utama distribusi padi ke Kota Bandung.

Sementara di Kecamatan Ngamprah, longsor terjadi sekira pukul 16.45 WIB di Kampung Pasir kembung RT. 01/02 Ds. Cimanggu Kecamatan Ngamprah. Akibatnya, satu rumah milik Ayuh (50) mengalami rusak berat.

Untuk di Desa Padaasih Kecamatan Cisarua, longsoran tebing terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Akibatnya, jalan desa penghubung Citereup Cimahi – Cisarua tertutup tanah longsoran yang tak bisa disingkirkan dengan cara manual. Dibutuhkan alat berat untuk membuka jalan.

Sementara itu di Kampung Panyandaan RT 4/RW 14, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua sebuah rumah milik Isah Manah nyaris ambruk setelah bukit di belakang rumahnya mengalami longsor, Selasa sore. Pada saat kejadian Isas sedang berdua bersama cucunya RIzky Agung yang masih berusia 7 tahun.

“Waktu itu saya sedang nonton televisi di ruang tengah. Tiba-tiba rumah terasa bergoyang mirip gempa. Saya bergegas keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, ” kata Isah .

Paling banyak terjadi di Kecamatan Padalarang, Kompleks Perum Permata Padalarang Blok E Desa Jayamekar. Rumah yang baru dihuni oleh pemiliknya itu bagian belakangnya diterjang longsor.

Kejadian pertama terjadi Selasa dinihari menyebabkan enam bagian belakang rumah di Blok E, RT 7/RW 7 rusak. Setelah kirmir jebol tak kuat menahan guyuran air hujan.

Keenam rumah itu milik Joko Prayitno, Iwan, Eva, Awan Bayu Purnomo, Irwan dan Dandan. Longsor juga kembali terjadi sekitar pukul 16.00 WIB kali ini di Blok G1 No 13 RT 07/RW 07, satu rumah yang masih belum berpenghuni rusak .

“Longsor di Perumahan Permata Padalarang diakibatkan benteng atau kirmir yang tidak kuat menahan derasnya air hujan. Semua kerusakan akibat tertimpa tanah dan bongkahan benteng yang ambruk, ” kata Kapolsek Padalarang Suherman, Rabu (9/12/2015).

Lanjut sampai saat sejumlah bencana longsor khususnya Kecamatan Padalarang belum ada kotban jiwa, namun kerugian material diduga mencapai miliaran.

“Tidak ada korban jiwa, kerugian material masih belum diketahui secara pasti,”ucap Kapolsek Padalarang AKP. Suherman. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …

PDRI Siap Kawal Distribusi KIP Kuliah Merdeka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI) akan memantau dan mengawal distribusi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka …