Lama Menghilang, Malah Begini Kabar Terbaru Nazaruddin

nazaruddin

nazaruddin

 
POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Setelah sekian lama tak terdengar, nama Nazaruddin kembali menjadi topik utama di di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/12).


Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendakwa M Nazaruddin telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dalam kurun waktu 2009-2010.

Mantan anggota DPR periode 2009-2014 dari fraksi Partai Demokrat (PD) itu disebut menempatkan uang sebesar Rp83,2 miliar ke penyedia jasa keuangan menggunakan rekening orang lain.

Yakni di rekening Direktur PT Anugerah Nusantara (Permai Group), Amin Andoko.

Ada juga yang atas nama perusahaan-perusahaan Permai Group yang dimilikinya. Seperti PT Cakrawaja Abadi dan PT Mahkota Negara.

Uang itu disebut hasil tindak pidana korupsi Nazaruddin semasa menjadi anggota DPR.

Jaksa KPK Kresno Anto Wibowo mengatakan, Nazaruddin menerima uang imbalan dari pihak-pihak yang telah dibantu untuk mendapatkan proyek-proyek pemerintah pada 2009.

Yaitu, PT Adhi Karya, PT Duta Graha Indah (DGI), dan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan total penerimaan sebesar Rp76,5 miliar.

Tak hanya itu, sumber keuangan Permai Group juga berasal dari keuntungan perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalamnya saat mengerjakan berbagai proyek yang dibiayai APBN 2009.

Menurut dia, Nazaruddin mengatur proses pelelangan dan menggiring hingga Permai Group ditunjuk sebagai pemenang proyek.

Total keuntungannya, kurang lebih 40 persen dari total nilai proyek sebesarRp 1,8 Triliun.

“Bahwa uang-uang yang berasal dari penerimaan imbalan maupun yang berasal dari keuntungan mengerjakan proyek-proyek pemerintah tersebut diketahui atau patut diduga sebagai hasil tindak pidana korupsi,” kata Kresno membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/12).

Kresno menjelaskan, saldo akhir seluruhnya sebesar Rp50,205 miliar.

Nazaruddin juga membelanjakan uang hasil korupsinya itu untuk membeli tanah dan bangunan yang salah satunya diatasnamakan istrinya, Neneng Sri Wahyuni.

Pembelian seluruh rumah dan tanah tersebut menghabiskan dana sebesar Rp33,1 miliar.

“Dan tanah berikut bangunan tersebut dititipkan dengan cara seolah-olah dijual (dialihkan kepemilikannya) senilai Rp200,2 juta,” papar Kresno.

Atas perbuatannya ini, Nazaruddin dijerat dengan pasal 3 ayat 1 huruf a, c, dan e UU RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang TPPU sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 25 Tahun 2003 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto pasal 65 ayat 1 KUHPidana. (put/jpg)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …