Hey..Penegak Hukum, Saksi dan Korban Harus Dilindungi

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Aparat penegak hukum di daerah diminta ikut mensosialisasikan akan pentingnya perlindungan saksi dan korban.


Karena bila dibiarkan nantinya akan mempersulit penyidikan penegak hukum itu sendiri.

“Nanti kalau tidak ada perlindungan saksi dan korban, maka penyidikan suatu kasus akan sulit, termasuk dalam kasus korupsi,” ujar Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Abdul Haris Semendawai saat membuka acara Seminar Urgensi Perlindungan Saksi Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Korupsi di hotel Homann Bandung, Selasa (8/12/2015).

Seminar tersebut diikuti oleh jaksa, polisi, dan beberapa aparat penegak hukum lainnya.

Menurut Abdul Haris, khusus untuk perlindungan saksi dan korban dalam kasus korupsi dirasakan masih kurang terutama di daerah-daerah.

Padahal seperti diketahui kasus korupsi kebanyakan melibatkan pejabat atau orang yang berduit.

“Kalau tidak ada perlindungan bisa saja saksi tersebut diancam oleh pelaku korupsi atau orang yang terlibat dalam korupsi. Dari itulah, perlu perhatian khusus untuk saksi atau korban termasuk tersangka yang menjadi justice colaburator,” ujarnya.

Abdul Haris menyatakan, memang pentingnya perlindungan saksi ini belum tersosialisasikan secara menyeluruh, terutama terhadap penegak hukum di daerah.

“Penegak hukum harus tahu persis apa saja hak dari saksi pelapor, atau korban, karena akan sulit bagi mereka untuk mengungkap suatu kasus,” katanya.

Kemudian dalam penangan perkara juga menjadi kurang pas karena banyak keterangan yang menjadi tersebunyi.

Kemudian dampak lainnya, terkesan di masyarakat seolah-olah tidak mendapat perhatian dari negara.

Sehingga orang menjadi apatis dan tidak mau jadi saksi atau mengungkap tindak pidana.

“Keberadaan suatu kasus tanpa saksi sulit terungkap,” ujarnya.

Abdul Haris juga berharap agal LPSK itu tidak hanya di jakarta, tapi harus sudah ada di tiap provinsi.

“Untuk menjangkau di daerah tidak mungkin bisa cepat responnya kalau hanya mengandalkan dari jakarta. Makanya sudah waktunya ada di tiap provinsi,” katanya.

Responnya masyarakat, kata abdul haris, sudah bagus karena hampir tiap provinsi beberapa orang menyampaikan minta perlindungan saksi.

Hanya saja kendalanya tidak bisa dilayani semuanya karena keterbatasan tenaga, terlebih dari Jakarta untuk menjangkau pelosok membutuhkan waktu lama dan juga biaya. (cesar)

Loading...

loading...

Feeds