Desember, Ini yang Harus Diwaspadai Aparat di Bandara

Bandara Husein Sastranegara

Bandara Husein Sastranegara

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Desember ini merupakan bulan rawan penyelundupan bagi bandara-bandara di Indonesia khususnya di bandara di Kota Bandung.

Soalnya, bulan terakhir ini, biasa digunakan para mafia narkoba untuk menyelundupkan Narkotika, Psikotropika, dan Perkusor (NPP) ke Wilayah Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kasubsi Penindakan dan Sarana Operasi Bea Cukai, Lucas Danny Victor.

“Desember ini bulan rawan (penyelundupan), hasil tangkapan dulu, bulan ini paling sering digunakan mafia narkoba masukin Narkobanya di seluruh Indonesia,” ujar Lucas yang dihubungi via ponselnya.

Dia mengatakan, Desember ini, warga luar negeri kerap menjadwalkan liburan ke negeri yang menjadi pusat destinasi wisata, salah satunya Indonesia. Dari perusahaan penerbangan sendiri biasanya ada penambahan jam terbang, yang berimbas pada pengamanan bandara.

Meski tak ada pengamanan khusus yang dilakukan pihaknya, namun menurut Lucas, standar pengaman bandara akan ditingkatkan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya tindakan yang tak diinginkan, seperti penyelundupan NPP. “Pengaman khusus memang tak ada, hanya standar keamanan kami tingkatkan dengan menambah personil untuk melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional (SOP), jadi itu tergantung situasi,” katanya.

Tak hanya itu, upaya pencegahan dilakukan lewat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar, dan Polda Jabar dalam hal keamanan. “Kerja sama dan BNN penguatan fungsi masing-masing, serta melakukan koordinasi,” ujarnya.

Guna menambah pengetahuan para personil di lapangan, Lucas menambahkan, pihaknya melakukan update informasi tentang modus-modus baru, dan melakukan workshop internal.

“Internal workshop ini merupakan penguatan penambahan kemampuan personil, juga merupakan refresh kegiatan dengan meng-update tentang modus-modus baru. Seperti halnya beberapa waktu lalu, ada modus baru memasukan sabu-sabu cair ke dalam botol minuman keras. Botol miras yang sesuai peraturan itu gak diperiksa, tapi ternyata dalam modus baru itu, botol kemasan masih baru tapi didalamnya ada sabu cair. Ini pernah terjadi di Australia. Untuk itu kami meminta saat ini botol minuman juga diperiksa,” katanya.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds