Jaga Stabilitas Nasional 150 Perwira Siswa Ikuti Seminar

Seminbar Pasis Sesko TNI

Seminbar Pasis Sesko TNI

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Sebanyak 150 perwira siswa mengikuti Seminar Nasional Pasis Dikreg XLII Sesko TNI TA 2015 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (3//12/2015) kemarin.


Soliditas dan sinergitas TNI dan Polri bersama lembaga pemerintah dan lembaga nonpemerintah guna menjaga stabilitas nasional dalam rangka pertahanan dan keamanan negara menjadi pokok bahasan dalam kegiatan tersebut.

Dan Sesko TNI Letjen TNI Sonny Widjaja menuturkan, seminar dilaksanakan sejalan dengan perkembangan tuntutan zaman. Saat ini spektrum ancaman dunia yang berpengaruh terhadap tatanan hubungan antar negara cenderung semakin kompleks. Maka setiap elemen negara harus mampu merespons dalam bentuk rumusan kebijakan strategi keamanan negaranya, tidak terkecuali TNI dan Polri.

“Seminar ini merupakan sarana untuk saling tukar pikiran dan pendapat di antara anak bangsa dalam rangka mengembangkan konsep, memantapkan soliditas dan sinergitas di antara lembaga negara dan masyarakat guna menjaga stabilitas nasional dalam rangka pertahanan dan keamanan negara,” ujar Sonny.

Kegiatan diikuti oleh 61 perwira dari TNI AD, 40 TNI AL, 40 TNI AU, 2 Polri, serta perwira dari mancanegara, di antaranya Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Arab Saudi, Korea Selatan dan Mali. Pembicara dalam kegiatan tersebut di antaranya sejumlah tokoh yang selama ini menjadi pakar dalam bisang pertahanan dan keamanan, seperti Purnomo Yusgiantoro, J Kristiadi, Al Araf, serta Anak Agung Banyu Perwita. Seminar dihadiri pula sejumlah kalangan seperti anggota dewan, akademisi, mahasiswa, pelajar, ormas serta instansi pemerintah dan nonpemerintah lainya.

Berkaitan dengan ancaman, Sonny menuturkan, kehancuran sebuah negara bisa terjadi akibat ancaman yang bersifat tradisional, seperti serangan militer dari negara lain. Selain itu, potensi ancaman juga terkait dengan adanya ancaman nonmiliter dalam dimensi lain, seperti dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. “Begitu pula gabungan dari kedua ancaman tersebut dapat mempengaruhi stabilitas nasional suatu bangsa,” katanya.

Untuk menyikapi keadaan tersebut, dia mengatakan, diperlukan sinergi dari semua pemangku kepentingan, baik TNI, Polri, lembaga pemerintah, serta lembaga nonpemerintah. Perlu ada harmonisasi dan sinergi dalam merespons setiap ancaman dan gangguan terhadap keamanan negara.

Hal senada dikemukakan J Kristiadi, Peneliti Senior Centre for Strategic of International Studies (CSIS) Jakarta. Sinergi menjadi salah satu kata kunci yang penting dalam pertahanan dan keamanan negara. Dikaitkan dengan sinergi antara TNI dan Polri, dia menuturkan, sinergi bisa dilakukan tanpa mengintegrasikan elemen TNI dan Polri. Namun sinergi dilakukan dalam kerja sama yang dilakukan dalam suasana terbuka untuk memungkinkan munculnya gagasan segar guna mewujudkan tujuan bersama. “Sehingga bersinergi adalah memberdayakan diri bersama orang lain melalui tindakan yang nyata,” ujarnya.

Sementara mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menilai, sinergitas merupakan bentuk kolaborasi kerja sama yang memberikan hasil yang lebih besar dan lebih prospektif daripada penggabungan masing-masing elemen terkait. Sinergi dibangun dengan berorientasi tujuan, adanya kebersamaan, keselarasan, dan kedekatan, pemberdayaan semua elemen, saling melengkapi, mendukung dan memperkuat dalam pelaksanaan tugas, serta pemberian penghargaan.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …