DPRD Jabar Desak Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu Dipercepat

Proyek Tol Cisumdawu

Proyek Tol Cisumdawu

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kalangan DPRD Jawa Barat mendesak agar pembebasan lahan proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dipercepat. Terlebih, pengoperasian jalan bebas hambatan tersebut ditargetkan pada 2017 mendatang.


Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga mengatakan, target pengoperasian tersebut jangan sampai melenceng. Terlebih, proyek tol Cisumdawu ini sudah dirancang sebaik mungkin, baik oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maupun badan usaha milik daerah Pemprov Jabar dalam hal ini PT Jasa Sarana.

“Saya kira PT Jasa Sarana harus mempercepat proses pembebasan lahan. Karena tol tersebut harus sudah selesai berbarengan dengan BIJB Kertajati,” kata Yod di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Jumat (4/12).

Selain mendesak PT Jasa Sarana, Yod juga meminta pihak terkait untuk turut membantu menyelesaikan masalah pembebasan lahan. Sebab, proses pembebasan lahan ini pun turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Memang masalah pembebasan lahan ini selalu terjadi dalam proyek infrastruktur. Kita akan terus mendorong agar pembebasan lahan ini dapat segera terselesaikan,” kata Yod.

Yod menambahkan, penyelesaian pembebasan lahan ini harus dilakukan oleh PT Jasa Sarana. Saat ini, masih ada waktu untuk melakukan pembebasan lahan.

“Harus bisa diselesaikan. Jangan sampai kepercayaan yang diberikan kepada PT Jasa Sarana di bidang infrastruktur ini luntur,” tutur Yod.

Proses pembebasan lahan jalan tol Cisumdawu ini seluas 1.144,78 hektare. Nantinya, jalan tersebut sepanjang 60,10 kilometer.

Hingga kini, proses pembebasan lahan jalan tol Cisumdawu secara keseluruhan baru mencapai 31 persen dari total kebutuhan lahan 1.144,78 hektare. Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Sumedang terus melakukan percepatan pembebasan lahannya.

Pembebasan lahannya hingga kini sudah mencapai 4 seksi dari 6 seksi ruas jalan. Keempat seksi tersebut, antara lain seksi 1 Cileunyi-Rancakalong, seksi 2 Rancakalong-Sumedang, seksi 3 Sumedang-Cimalaka, dan seksi 4 Cimalaka-Legok, Kecamatan Paseh.

Sementara pembebasan lahan di seksi 5 Legok-Ujungjaya dan seksi 6 Ujungjaya-Kertajati Kabupaten Majalengka, hingga kini belum dilaksanakan. Dari keempat seksi tersebut, wilayah di seksi 2 yang pembebasan lahannya hampir selesai sudah mencapai 89,95 persen.

Kondisi geografis dan kontur tanah di seksi 2 dinilai cukup berat, karena daerahnya pegunungan yang rawan longsor. Nantinya, di seksi 2 akan dibangun terowongan dengan membutuhkan waktu 2 tahun, hampir sama dengan membangun jalan tol secara keseluruhan di seksi 4 dan 5 yang permukaan tanahnya relatif rata. Meski dinilai sulit, kepentingannya lebih besar karena pembangunan jalan tol di seksi 2 bisa mengantisipasi tingkat kerawanan arus lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran.

(agp)

Loading...

loading...

Feeds