Bongkar Prostitusi PSK Asal Maroko, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Sejumlah wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) Warga Negara Asing (WNA) asal Maroko diamankan saat gelar perkara di Mapolda Jabar, jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, kemarin (3/12). Sebanyak 11 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Maroko yang diduga menjadi korban perdagangan manusia berhasil diamankan oleh Kepolisian Polda Jabar di tiga tempat yang berbeda kawasan Cisarua Kabupaten Bogor. Khairizal Maris/Radar Bandung

Sejumlah wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) Warga Negara Asing (WNA) asal Maroko diamankan saat gelar perkara di Mapolda Jabar, jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, kemarin (3/12). Sebanyak 11 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Maroko yang diduga menjadi korban perdagangan manusia berhasil diamankan oleh Kepolisian Polda Jabar di tiga tempat yang berbeda kawasan Cisarua Kabupaten Bogor. Khairizal Maris/Radar Bandung

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Ditreskrimum Polda Jabar membongkar praktik prostitusi melibatkan sejumlah wanita cantik pekerja seks komersial (PSK) asal Maroko di Cisarua, Kabupaten Bogor. Polisi menetapkan tiga tersangka berkaitan perkara tersebut.

“Ada tiga tersangka yaitu wanita inisial A warga Maroko yang berperan sebagai mucikari dan dua pria yaitu J dan An warga Indonesia yang menjadi perantara,” ujar Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono, Jumat (4/12/2015).

Polisi masih terus mendalami perkara tersebut. Para tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 UU No.21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Pudjo menuturkan, nasib 10 wanita PSK warga Maroko itu ditentukan setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik kepolisian dan pihak imigrasi. Selain itu, sambung Pudjo, pihaknya segera berkoordinasi dengan kantor duta besar Maroko di Indonesia.

“Kami nanti meminta bantuan pihak imigrasi. Mereka ini kan korban trafficking. Sepuluh wanita asal Maroko ini berkunjung ke Indonesia menggunakan visa sebagai turis. Tentunya ada pelanggaran keiimigrasian,” ucap Pudjo.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …