Gara-gara Lendir, Istri Dibunuh Secara Sadis

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDARLAMPUNG – Kasus pembunuhan istri oleh suami sendiri, Hendrik Dromiko (31), akhirnya maju ke pengadilan. Kasus yang terjadi pada Sabtu (19/9) pagi itu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Tanjungkarang, Rabu (2/12).


Oleh jaksa penuntut umum (JPU) Faisal Putra Wijaya, tersangka didakwa pasal berlapis, yaitu pasal 340 subsider pasal 338 lebih subsider pasal 338 KUHP.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Nirmala Dewita, JPU menjelaskan kejadian itu berawal dari kecurigaan terdakwa melihat bercak di keset kaki kamar mandi rumahnya. Dia menyangka bercak itu adalah cairan sperma laki-laki yang telah menyelingkuhi istrinya.

Terdakwa sempat menanyakan hal itu kepada istrinya, Santi Fitri (29). Namun, korban mengaku tidak mengetahuinya. Tak puas, tersangka lalu membuka celana korban di dalam kamar. “Ketika dibuka terdapat lendir yang diduga terdakwa adalah sperma,” terang Faisal.

Setengah emosi, terdakwa kembali menanyakannya kepada Santi. Namun, lendir itu dijawab korban sebagai lendir keputihan. Karena menilai korban tidak jujur, terdakwa sempat menampar korban satu kali hingga menangis.

Terdakwa lalu mengajak korban keluar rumah menuju Jl. Soekarno-Hatta sekira pukul 23.00 WIB. Di tengah perjalanan, terdakwa kembali mendesak korban mengaku. Namun, Santi tetap mengelak. Saat itulah lantas muncul niat terdakwa membunuh istrinya.

Saat pulang, sekitar 200 meter dari gang rumahnya, terdakwa menghentikan sepeda motor dan menyuruh korban turun. Terdakwa kembali bertanya pada korban dan menamparnya. Tidak cukup sampai disitu, terdakwa juga menarik korban hingga jatuh dengan posisi telungkup.

“Lalu, terdakwa membalikkan wajah korban dan langsung menginjak serta menduduki korban. Terdakwa lalu mengambil batu dan memukul kepala korban menggunakan batu sebanyak tiga kali. Terdakwa juga sempat memelintir kepala korban dan membuang jasadnya ke jurang,” urai Faisal.

Sebelum pergi, terdakwa sempat memindahkan jasad korban satu meter dari tempat semula. Setelah kasus itu terungkap, Hendrik menyerahkan diri ke polisi pada Minggu siang (20/9).

Dalam ekpos yang digelar Polresta Bandarlampung Senin (21/9) lalu, Hendrik mengaku kerap beradu mulut dengan Santi. ’’Saya curiga dia (Santi) berselingkuh karena itu jadi sering ribut,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di tebing curam Jl. Bypass yang berjarak 500 meter dari rel kereta api Ketapang.

Belakangan diketahui, wanita malang itu adalah Santi. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya penuh luka terutama di bagian kepala dan wajah. (mhz/c1/fik/ray)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …