Ahh..PT Dirgantara Indonesia Nggak Mampu, TNI AU Pilih Heli Asal Italia

Sejumlah teknisi menyelesaikan proses pembuatan Helikopter jenis Superpuma SA 332 C1A dan Cougar E725 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung. (Foto : Kharizal Maris)

Sejumlah teknisi menyelesaikan proses pembuatan Helikopter jenis Superpuma SA 332 C1A dan Cougar E725 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (DI), Bandung. (Foto : Kharizal Maris)

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- TNI Angkatan Udara ternyata memiliki alasan sendiri memilih helikopter baru buatan Italia bernama AgustaWestland (AW)101 VVIP dibanding buatan PT. DI.


Menurut Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto, PT DI tidak merespon pihaknya yang  meminta pertimbangan terkait pembelian helikopter.

“Kami pertimbangkan semua. PT DI sudah diajak bicara tapi tidak ada respons,” tegas Dwi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Dwi mengatakan, rencana pembelian AW101 ini bukan baru direncanakan tahun ini. Melainkan, sejak 2010 lalu. TNI AU sudah melakukan kajian sebelum memutuskan membeli helikopter tersebut. Karena itu, ia mempertanyakan protes publik yang ramai membicarakan pembelian heli tersebut.

“Kenapa waktu kami beli MI 35 dan F16 dikejar-kejar seperti ini?,” tegas Dwi.

Selain karena dicuekin, PT DI ternyata juga belum bisa memenuhi permintaan TNI AU untuk membuat pesawat. Seharusnya, pesawat dari PT DI sudah selesai pengerjaannya pada Mei-Juni lalu.

“Pesawat Cougar yang harusnya kami terima sampai sekarang belum jadi. Coba tanya ke PT DI, benar enggak pesawat itu dibikin PT DI. Alasannya ada dua item spek yang belum ada,” tegas Dwi.

Dwi menegaskan, karena ketidakmampuan PT DI itulah, maka TNI AU memilih memesan helikopter dari luar.

“Kami beli Sukhoi apa ada yang tanya kenapa enggak di PT DI?. Karena PT DI belum punya kemampuan dengan spek yang kami inginkan. Titik. Jadi jangan di lebar-lebarkan lagi. Kalau PT DI bisa kenapa tidak,” tandas Dwi. (flo/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds