Pengemudi Gojek Bandung Tuntut Manajemen, Stop Sistem Skorsing

Gojeg

Gojeg

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Merasa dirugikan manajemen, para pengemui Go-Jek mengadu ke Wali Kota Bandung, Selasa (1/12).


“Kita punya Kang Emil (Ridwan Kamil) sebagai Bapak kami. Kami minta kang Emil menyikapi kekecewaan kami kepada Go-Jek. Kami sudah beberapa kali mediasi dengan manajemen tapi selalu mentok,” ujar Sulaiman, selaku koordinator aksi saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa siang.

Kekecewaan ribuan pengemudi Go-Jek berawal dari suspend atau skorsing yang dilakukan pihak manajemen kepada sekitar 17 ribu orang pengemudi melalui pesan singkat. Alasannya, para pengemudi Go-Jek tersebut dinyatakan telah melakukan order fiktif. Saat ini pengemudi Go-Jek di Kota Bandung mencapai 35.000 orang.

“Kita meminta sistem suspend dibuka (dihentikan) karena itu sangat merugikan buat kami,” ujar pria yang akrab disapa Sule itu.

Dampak dari suspend tersebut adalah para pengemudi tidak dapat menarik dari rekening bank (with draw) uang hasil jerih payah mereka selama ini. Sementara para pengemudi yang terkena suspend tetap harus membayar cicilan smartphone, jaket dan helm yang diberikan oleh PT Go-Jek Indonesia kepada pengemudi.

Johan, salah satu pengemudi Go-Jek yang terkena skorsing mengatakan, dia tidak pernah mengetahui perbedaan antara order fiktif dan order yang benar. Pria berusia 26 tahun ini pun diminta untuk membayar denda Rp 900.000 atas perbuatan yang tidak dilakukannya.

“Saya baru jadi driver dua bulan. Pendapatan minggu pertama waktu masih promo bisa satu juta rupiah seminggu, minggu ke dua setelah tidak promo hanya Rp 500.000,” tuturnya.
(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …