1.300 Siswa Ini Ikrar Antikorupsi di Kain Perca

KPK

KPK

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sejumlah murid, guru, dan warga di SDN Andir Kidul, Bandung mengecap 1.300 lembar kain perca sebagai bentuk komitmen dari nilai antikorupsi, yang masuk ke dalam rangkaian kegiatan Prung! Festival Antikorupsi 2015.

Tujuannya adalah untuk menanamkan sifat antikorupsi sejak dini demi mewujudkan generasi emas Indonesia di masa mendatang. “Hari ini kita akan bersama menandatangani kain perca ini sebagai bentuk komitmen kita masyarakat antikorupsi untuk membuat Indonesia lebih baik lagi,” ujar Ceuceu Etit Gartiah dari Konsorsium Komunitas Festival Antikorupsi 2015.

Hal ini juga diutarakan . Menurutnya, gerakan ini akan membembangun generasi pemimpin berintegritas yang bebas korupsi di masa depan.

“Gerakan ini mimpi kita membangun generasi emas karena 30 tahun kedepan anak-anak ini akan menjadi pemipin. Gerakan ini untuk membangun nilai integritas. Saya yakin kedepan akan terlahir generasi pemimpin yang bersih dan bebeas korup,” ujar Kepala SDN Andir Kidul, Ahmad Taufan.

Selain membubuhi cap dan tanda tangan, para siswa, guru, dan masyarakat ini menuliskan harapan dan pemikirannya untuk Indonesia di masa mendatang sambil diajari 10+1 nilai integritas yang terdiri dari jujur, peduli, madiri, disiplin, kerja eras, sederhana, tanggung jawab, berani, adil serta sabar.

Siswa SD ini banyak menuliskan tentang kejujuran di kain percanya, seperti yang ditulis oleh siswa kelas 6 bernama Yulia R L, “kita harus hidup jujur, kita harus menjauhi korupsi, hiduplah jujur,” ajaknya.

Hal sama diungkapkan siswa kelas 5, Niko yang menekankan nikmatnya hidup secara jujur. ”Hindari hal yang buruk seperti korupsi, lebih enak hidup jujur,” ungkapnya.

Siswa SD ini juga disertakan dalam lomba menggambar dengan tema Pahlawan Sehari-hari. Nantinya kain perca ini akan disatukan dengan kain perca lainnya yang ditandatangani diwaktu, tempat dan orang berbeda untuk dibentangkan pada puncak perayaan Hari Antikorupsi 10-11 Desember 2015 di Alun-alun Bandung sebagai upaya bersama dalam memberantas korupsi.

“Gerakan cap tangan ini akan dijalin bersama kain perca lainnya. Kita berpegangan tangan erat untuk membuat Indonesia lebih baik lagi,” kata Ceuceu yang juga mewakili komunitas Rumpun Indonesia.
Sampai saat ini, sudah ada sekitar 10 ribu kain perca yang dihimpun oleh Ruang Media Perempuan (Rumpun) Indonesia sejak memulai kampanyenya pada Januari 2015. Seluruhnya, berisi ikrar untuk menjaga diri dan keluarga untuk memberantas korupsi mulai dari diri sendiri, serta upaya penegakan mental kejujuran.
Festival Antikorupsi 2015, akan diisi oleh rangkaian kegiatan yang tersebar di berbagai wilayah di kota Bandung. Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak September, dengan peluncuran Gerakan Difabel Anti Korupsi (Gradasi) di Taman Film, Bandung, dan rencananya akan berakhir pada bulan Desember 2015. Beberapa kegiatan komunitas yang akan diadakan diantaranya Festival kampung kretaif di kawasan Dago Pojok, Pentas Teater Rakyat, Lomba orasi antikorupsi, parenting antikorupsi, Prung Semai Kebaikan di lima SMA/SMK di kota Bandung, Kampanye kain perca integritas, lomba karya tulis dan lomba foto untuk jurnalis dan umum, hingga konser musik rakyat di lapangan Tegalega Kota Bandung.
(mur)

Loading...

loading...

Feeds