Waduh! Tiga Rumah dan Mushola di Padalarang Terancam Longsor

Seorang warga memperliatkan rumahnya retak akibat pergeseran tanah di Komplek PPI RT/07 RW/27, Padalarang KBB

Seorang warga memperliatkan rumahnya retak akibat pergeseran tanah di Komplek PPI RT/07 RW/27, Padalarang KBB

POJOKBANDUNG.com, PADALARANG – Akibat pergerakan tanah yang diakibatkan hujan deras yang menerpa kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (25/11) lalu. Menyebabkan tiga rumah Warga dan satu mushola di komplek PPI RT/07 RW/27, retak dibangunan serta mengancam adanya potensi longsor.


Hujan deras yang mengguyur dari jam 16.00 hingga jam 20.00 tersebut menyebabkan Pergeseran tanah yang terjadi sekitar jam  22.00 WIB. Akibatnya  tiga rumah dan satu Mushola alami retak dibagian bangunan dan terancam amblas.

Tiga rumah milik Windu Wahyudi ,46, dihuni tiga jiwa, Ahmada ,47, dihuni enam jiwa dan Andi,37, dihuni empat jiwa mengalami tembok retak selebar 10 centimeter, selain bangunan rumah 1 mushola Nur Ukhuwah juga mengalami retak, akibatnya, penhguni terpaksa rumah mengungsi ke tetangga sekitar.

Menurut salah satu pemilik rumah Windu Wahyudi (46) menuturkan, Awal terjadi pergeseran tanah ini setelah beberapa jam sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang selama enam jam, lanjut Windu yang mengalami retak disejumlah bagian dirumahnya mengatakan, pada saat kejadian sedang didalam rumah bersama istri dan satu orang anaknya, hingga tiba-tiba bangunan rumah berdinding tembok bergetar kencang disertai suara yang bergemuruh.

“Bangunan bergetar dan suara bergemuruh, waktu jam 9 lebih pada saat saya sedang tidur bersama keluarga didalam rumah, tiba-tiba bangunan bergetar, saya mengira ada gempa,”tuturnya kepada sejumlah wartawan pada saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis(26/11).

Lanjutnya menceritakan, dirinya pun tak menunggu lama, dan langsung segera menyelamatkan diri beserta istri dan anaknya keluar rumah, dilihat dari luar,  permukaan tanah bergeser selebar 10 centimeter di beberapa bagian rumahnya, bukan hanya rumahnya, bangunan disampingnya dan mushola juga mengalami hal yang sama. “Pondasi rumah juga bergeser, saya belum berani tidur dirumah khawatir roboh, sementara ngungsi dulu ditetangga,”ucapnya.

Menurutnya mengaku, setelah 7 tahun menempati rumah berukuran 10×11 meter, kejadian ini merupakan yang pertama kali, dan berharap bantuan pemerintah daerah untuk membantu merenovasi kembali rumahnya. ” baru terjadi sekarang, menurut tetangga yang sudah lama juga ini baru pertama kali,” ujarnya.

Baru pada keesokannya, kata dia, perugas dari Kecamatan Padalarang dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB mendatangi kediamannya, dan memantau keadaan rumah. Lanjutnya berdasarkan obrolan bersama BPBD serta petugas dari kecamatan, mengatakan  berjanji akan memberikan bantuan berupa logistik bagi keluarga yang mengungsi.

“Ya tadi kata BPBD akan memberikan logistik, dan saya harapa juga nantinya dari pemerintah daerah bisa membantu dalam mencegah longsor rumah saya, karena pondasi rumah yang sudah labil, serta kondisi tanah di belakang rumah yang curam, karena itu saya belum berani tinggal dulu atau langsung membenarkan rumah,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …