Tunggu Itikad Baik Rizieq, AMS Siap Dialog

Habib Rizieq

Habib Rizieq

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Salam campur racun yang menuai konflik antara Angkatan Muda Siliwangi dan Ketua Umum FPI Habib Rizieq bermula dari tudingan musyrik yang dilayangkan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Penerapan budaya Sunda yang gencar dilakukan Dedi dianggap sebagian kalangan sebagai hal yang bertentangan dengan ajaran agama.

Menyikapi itu, Dedi mengaku tidak ambil pusing. Menurut Dedi, tudingan yang dilayangkan kepadanya itu karena penuduh tidak mengerti akan makna budaya Sunda.

Ditemui saat menghadiri hari jadi ke-49 Angkatan Muda Siliwangi di Bandung, Jumat (27/11) malam, Dedi menilai tudingan tersebut tak mendasar. “Kalau orang mempersoalkan tak jadi masalah. Reaksi datang, hal wajar karena tidak memahami dan mendalami makna kebudayaan Sunda. Karena hanya sebagai aksesoris, bukan ideologis,” kata Dedi.

Dedi pun mengaku tidak kecewa atas tudingan terhadap dirinya itu. “Nggak kecewa, orang Sunda diajari kebeningan hati,” katanya.

Sementara itu, disinggung makna salam sampurasun itu sendiri, Dedi mengatakan bahwa salam itu memiliki arti kesempurnaan diri. “Sampurna ning ingsun. Artinya sempurnakan diri, telinga, mata, hidung, lidah. Semua berfokus pada hati,” katanya.

Dedi menambahkan, sikapnya yang dianggap musyrik itu bukanlah hal yang substantif. Sebab, selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah, dia mengaku selalu patuh dan sesuai konstitusi. “Berjalan normal. Landasannya konstitusi. Selama tidak melanggar uu, ya jalan saja. Masyarakat juga terlayani dengan baik,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal AMS Denda Alamsyah mengatakan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari Rizieq. “Kalau ada itikad baik, komunikasi langsung, permohonan maaf, Insya Allah urusan hukum bisa kita bicarakan,” kata Denda.

Dia menambahkan, persoalan yang saat ini mengemuka bukanlah konflik antara AMS dengan FPI. Pihaknya hanya menuntut permohonan maaf dari Rizieq. “Subtansi kita tidak sedang konfrontasi dengan FPI. Kita hanya nuntut (permohonan maaf dari) Habib Riziq,” katanya.

Dia pun berharap FPI mau menjadi mediator persoalan ini. “Kalau teman-teman FPI mau jadi mediator, sampaikan ke pimpinan FPI. Kita siap dialog. Orang Sunda besar hati, lapang dada,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds