Ini Daerah Rawan Banjir di Kab Bandung

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, DAYEUHKOLOT – Guna mengurangi risiko adanya korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan Sobandi mengatakan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Bandung masuk dalam rawan bencana, baik banjir, puting beliung maupun longsor. Potensi bencana sendiri, cukup tinggi di musim penghujan yang diperkirakan akan meningkat di pertengahan Desember mendatang.

“Desa sosialiasi pengurangan risiko bencana, minimal masyarakat bisa mmengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana datang,”tutur Tata ketika diwawancara disela acara usai sosialisasi di Balai Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kamis (26/11).

Beberapa daerah, seperti Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah rawan terhadap banjir,setiap tahun kawasan tersebut selalu tergenang air. “Pelaksanaan sosialisasi dilakukan scara bertahap, saat ini difokuskan ke daerah rawan banjir. Nanti juga kami akan sosialisasi ke daerah rawan longsor,”ujarnya.

Dengan diberikannya sosialisasi, Masyarakat diharapkan lebih siap manakala terjadi bencana dan tidak panik dalam menghadapinya. “Nanti juga kami akan memberikan pelatihan SAR kepaa Masyarakat,”ungkapnya.

Tata mengatakan, dalam menghadapi bencanya, pihhaknya mempunyai protap, salah satuna adalah pengurangaan resiko bencana, manakala bencana daang,maka penanggulangan dan penanganan akan dilakukanna semaksimal mungkin.

Untuk kesiapsiagaan menghadapi banjir, pemerintah Kabupaten Bandung juga telah menyerahkan bantuan berupa perahu kayu kepada Desa/Kelurahan yang mempunyai kerawanan.

Bantuan tersebut, diserahkan oleh Sekda Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira. Selain perahu, beberapa alat kebencanaan juga diberikan seperti tenda peleton 13 unit, tenda regu 6 unit, peralatan dapur umum lapangan 6 set, blangkar/tandu 33 buah, mesin pompa air 21 unit, alat komunikasi handy talky 49 buah, alat komunikasi RIG 4 unit, perahu karet 3 unit, perahu kayu 21 unit, sepatu boot 70 pasang, rompi pelampung 56 buah, lampu darurat 40 buah, genset 10 unit, gergaji mesin 9 unit serta tabung damkar 3 unit. “Bantuan ini merupakanhasil pengajuan masing-masing Desa/Kelurahan dalam musrembang,”ujar Sofian.

Sofian mengakui adanya berbagai bantuan dari pihak luar ke sejumlah desa yang dilanda bencana banjir, kerap tidak sesuai dengan kebutuhan. Bahkan bantuan tersebut tidak terkoordinir dengan baik, sehingga menimbulkan permasalahan di lapangan.

“Permasalahan ini tentunya menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah, dalam hal ini BPBD untuk mengkoordinasikan dan mengelola berbagai bantuan, termasuk di dalamnya mengelola jenis kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana,” katanya. (mld)

Loading...

loading...

Feeds

Ajak Masyarakat Pelihara Budaya Sunda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mendukung penuh program “Saur Sepuh” yang diinisiasi oleh PGRI Kota …

Kerugian Bencana Capai Rp816 Juta

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI — Selama Januari hingga Februari 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat terdapat 23 kejadian bencana. …

Angin Kencang, Pohon Timpa Mobil

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebuah mobil tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Cijambe, Subang. Akibatnya bodi kendaraan pun ringsek. Peristiwa yang …

Dorong Bupati Rampingkan SOTK

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Subang dinilai terlalu gamuk sehingga pembuatan perencanaan dan penyusunan anggaran …

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …