AMS Minta Tokoh dan Organisasi Kesundaan Meredam Emosi

AMS

AMS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Silwangi  (AMS) Denda Alamsyah mengimbau seluruh tokoh dan organisasi kesundaan agar tenang dan menahan diri. Dia mengaku paham akan kekecewaan yang dirasakan mereka, namun harus tetap menghormati proses hukum.


Menurut Denda, pihaknya mengendus adanya pihak lain yang mencoba memanfaatkan kasus ini untuk merusak kondusivitas di Jabar. Terlebih, dalam waktu dekat ini akan digelar pemilihan umum kepala daerah di 8 kabupaten/kota di Jabar.

“Kita mengimbau teman-teman agar mampu meredam emosi. Jangan terpancing, tetap hormati hukum,” katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya tetap fokus mengawal proses hukum ini dengan menuntut permintaan maaf dari Rizieq. “Fokus menuntut Habib Rizieq meminta maaf. Orang Sunda jembar hampura. Bisa dibicarakan lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, AMS meminta kepolisian bergerak cepat dalam mengusut laporan dugaan pelecehan budaya yang dilakukan Ketua Umum FPI Habib Rizieq.

Ketua AMS Noeri Firman mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat serta tidak akan melakukan upaya yang melawan hukum.

Noeri mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kepolisian terkait laporan yang dilakukannya itu. Bahkan, dirinya terus menjalani pemeriksaan sesuai permintaan polisi.

Dia meminta Ketum FPI tersebut segera meminta maaf atas ucapan yang memelesetkan salam khas Sunda itu. Pihaknya tidak ragu menerima permintaan maaf Rizieq kapan pun.

“Orang Sunda lautan maaf. Meski kecewa, kami tidak akan terprovokasi,” kata Noeri di Sekretariat AMS, Bandung, Kamis (26/11).

Dia menambahkan, dukungan atas pengusutan dugaan pelecehan budaya ini terus berdatangan. Sejumlah tokoh dan organisasi kesundaan menyatakan dukungannya untuk melanjutkan kasus ini agar Ketum FPI tersebut mengucapkan maaf.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal AMS Denda Alamsyah mengimbau seluruh tokoh dan organisasi kesundaan agar tenang dan menahan diri. Dia mengaku paham akan kekecewaan yang dirasakan mereka, namun harus tetap menghormati proses hukum.

Menurut Denda, pihaknya mengendus adanya pihak lain yang mencoba memanfaatkan kasus ini untuk merusak kondusivitas di Jabar. Terlebih, dalam waktu dekat ini akan digelar pemilihan umum kepala daerah di 8 kabupaten/kota di Jabar.

“Kita mengimbau teman-teman agar mampu meredam emosi. Jangan terpancing, tetap hormati hukum,” katanya.

Dia melanjutkan, pihaknya tetap fokus mengawal proses hukum ini dengan menuntut permintaan maaf dari Riziq. “Fokus menuntut Habib Rizieq meminta maaf. Orang Sunda jembar hampura. Bisa dibicarakan lagi,” pungkasnya

(agp)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …