Divonis 2 Tahun Penjara, Bupati Sumedang Non-aktif Ini Salam Hormat

Mantan Bupati Sumedang Ade Irawan saat menjalani sidang di PN Bandung, beberapa waktu lalu.

Mantan Bupati Sumedang Ade Irawan saat menjalani sidang di PN Bandung, beberapa waktu lalu.

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sidang kasus dugaan korupsi perjalanan dinas anggota DPRD Cimahi dengan terdakwa Bupati Sumedang Nonaktif Ade Irawan kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (25/11).

Dalam sidang yang mengagendakan pembacaan vonis itu, Marudut Bakara SH selaku pimpinan Majelis Hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Ade Irawan. Bupati Sumedang Nonaktif ini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Perjalanan Dinas DPRD Cimahi 2010-2011. Saat kasus ini bergulir, Ade Irawan menjabat sebagai Ketua DPRD Cimahi.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Kresna Pengadilan Tipikor Bandung ini, Ade Irawan terbukti dalam dakwaan subsidair, pasal 3 UU Tipikor, Undang-Undang No 31 tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jo UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU. No. 31 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1).

Terdakwa juga diberi hukuman denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan. Perbuatan terdakwa selaku ketua DPRD Kota Cimahi, bersama terdakwa lain bertentangan dengan UU, menggunakan uang negara untuk perjalanan Dinas 2010-2011, meski tidak melaksanakan namun menandatangani SPJ hingga negara mengalami kerugian hingga Rp 1,8 miliar.

Dalam amar putusannya, Ade Irawan telah mengembalikan uang negara yang dinikmati sekitar Rp 40 juta. Padahal terdakwa telah mengembalikan hingga Rp 107 juta sehingga Rp 67 juta lebih harus dikembalikan kepada terdakwa.

Atas putusan hakim, baik terdakwa maupun JPU yang telah menuntut terdakwa tiga tahun penjara, menyatakan pikir-pikir untuk upaya banding.

Sementara Kuswara S Taryono selaku kuasa hukum Ade Irawan mengaku akan berembug dengan tim, untuk melakukan upaya banding atau tidak. “Sebab kami masih memandang kasus ini, kesalahan administrasi. Lantaran SPJ bukan domain ketua DPRD,” terangnya.

Divonis dua tahun, Ade Irawan menanggapinya dengan mengucapkan salam hormat kepada JPU dan hakim yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia berpesan jangan usik kehidupan dan keluargabya. Mengenai anggota DPRD lain sudah disampaikan dalam Pledoi/nota pembelaan. Terdakwa juga mengatakan, sepulang dari lapas akan menjadi wartawan.

[sar]

Loading...

loading...

Feeds

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …

Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

POJOKBANDUNG.com, CIANJUR – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air Sungai …

Dua Orang Tersangka Masih Buron

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Polres Cimahi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam bentrokan antar geng motor yang terjadi di Jalan Raya …

Kades Merem Melek, Takut Jarum Suntik

POJOKBANDUNG.com, TANJUNGSARI  – Lantaran belum pernah merasakan disuntik sejak 58 tahun. Kepala Desa Kutamandiri Caca Suryana menutup wajahnya dengan menggunakan …

147 Orang Akan di Test Swab

POJOKBANDUNG.com, PARONGPONG – Berdasarkan hasil tracing Puskesmas Ciwaruga terhadap kontak erat jamaah ziarah yang terpapar COVID-19 di Kampung Pangkalan RW …

Harapan Ekonomi di Tangan Petani

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Ditengah situasi pandemi Covid 19, program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan …