Waduuh..13 Hektare Lahan Pemda Bandung Barat Bermasalah

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Aset milik Pemkab Bandung Barat sebsesar 13 hektare yang berada di Kecamatan Lembang dan Cipendeuy tengah bermasalah dengan ahli waris dan juga pengusaha. Lahan-laha Pemda Bandung Barat tersebut diklaim oleh beberapa yang mengaku ahli waris dan pemilik sah dari lahan pemda KBB.


Diantaranya mulai dari lahan Pacuan Kuda di Kecamatan Lembang seluas 8,8 hektare yang saat ini sudah berdiri 15 bangunan rumah tinggal, lahan SMP 3 Lembang seluas 1,4 hektare yang mendapat gugatan dari ahli waris, lahan UPT Pertanian Cipendeuy sekitar 1 hektare dan lahan Gunung Sari Lembang seluas 1 hektare lebih yang bermula lapangan sepakbola menjadi ruko dan bangunan.

Kepala Bidang Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bandung Barat Ritta Dewi Puspita menuturkan, sejumlah aset pemkab saat ini tengah menghadapi persoalan dengan ahli waris dan pengusaha. Aset milik pemerintah ini saat ini banyak diklaim oleh pihak-pihak tertentu yang mengaku ahli waris dan pengusaha. 

 
“Kalau ditotal ada sekitar 13 hektare aset pemkab yang sedang bermasalah dengan total 10 ribu bidang. Lokasinya ada di Lembang dan 1 di Cipendeuy berupa UPT Pertanian yang mendapat gugatan ahli waris,” kata Ritta kepada wartawan saat ditemui, Senin (23/11).

Untuk di Lembang, kata dia, seperti lahan Pacuan Kuda saat ini tengah dalam proses pembuatan sertifikat tanah sebagai upaya bahwa tanah tersebut merupakan aset milik Pemkab Bandung Barat yang merupakan pelimpahan aset dari Kabupaten Bandung. 

 
“Jelas lahan Pacuan Kuda aset pemerintah. Di sana saat ini sudah ada sekitar 15 bangunan yang berdiri. Mulanya ada yang menggarap di lahan tersebut dengan mengaku-ngaku tanah ahli waris. Padahal, lahan tersebut pada 2016 akan dijadikan sarana olahraga yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Selain lahan Pacuan Kuda, lanjutnya, lahan SMPN 3 Lembang juga tengah mendapat gugatan oleh ahli waris. Bahkan, aset milik pemkab yang terus ramai diperbincangkan yakni lahan Gunung Sari Lembang yang dulunya merupakan lapangan sepakbola dan dijadikan tempat bermain para pemain Persib Bandung. 

 
“Kalau Lahan Gunung Sari itu aset pemkab. Tapi, sekarang justru ada sertifikat yang dikeluarkan pihak BPN atas nama pengusaha Iwan Santosa. Kita pertanyakan sertifikat yang dikeluarkan BPN,” ujarnya.

Sebagai langkah hukum yang saat ini tengah dilakukan Pemkab Bandung Barat, lanjut Ritta, pihaknya sudah mengajukan gugatan ke pengadilan kepada pengusaha Iwan Santosa. Ini dilakukan guna mempertahankan aset-aset milik pemerintah yang tidak boleh diklaim oleh siapapun. 

 
“Kita sudah masukan gugatan ke pengadilan agar aset pemkab ini bisa kita pertahankan. Bahkan, kita juga sudah mengajukan sertifikat ke BPN terhadap aset-aset pemkab lainnya seperti lahan Pacuan Kuda,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …