Usai Vonis Bebas, Alex Tachsin Kembali Jabat Wasek Pengadilan Negeri Bandung

ilustrasi

ilustrasi

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pasca divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung, Alex Tachsin Ibrahim kembali bekerja. Ia bahkan kembali menempati posisinya sebagai Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Itu disampaikan Humas PN Bandung, Djoko Indiarto. Menurutnya, kembali bekerjanya Alex karena tak ada hal yang dilanggar.

“Pa Alex ini ‘kan oleh pengadilan tingkat pertama dibebaskan. Apa artinya? Berarti dia tidak bersalah menurut pengadilan tingkat pertama. Kalau tidak bersalah, apa yang harus dibina,” kata Djoko kepada wartawan di PN Bandung, Selasa (24/11/2015).

Dengan adanya putusan bebas, menurut Djoko, Alex sejauh ini dianggap tak bersalah. Karenanya, harkat dan martabatnya harus dikembalikan sebagaimana perintah majelis hakim.

“Apa dia kembali ke posisi awal? Ya jelas. Dia kembali ke strukturnya. Dia sebagai PNS dan juga Wakil Sekretaris PN. Kan dia di luar, tidak ditahan. Dia masih digaji,” tutur Djoko.

Saat ditanya apa tidak seharusnya Alex menunggu putusan inkrah, Djoko mengatakan, pihaknya berpegang pada asas praduga tak bersalah. Menurutnya, sebelum ada putusan inkrah yang menyatakan bersalah, maka dia (Alex) tidak bersalah.

“Jaksa memang kasasi. Kalau majelis hakim kasasi nyatakan bersalah, baru ada action dari institusi, dari Mahkamah Agung. Jadi kalau sejauh ini dianggap tidak salah, dia masih betul. Kalau masih betul, tidak boleh dikasih hukuman administrasi,” tegas Djoko.

Seperti diketahui, Alex Tachsin Ibrahim tersangkut perkara gratifikasi pembebasan lahan SMAN 22 Kota Bandung seluas 4.190 meter persegi, divonis bebas majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Kamis (19/11/2015) lalu. Padahal sebelumnya, Alex dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai jaksa Fauzi Marasabesi. Alex pun diharuskan membayar denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan dan uang pengganti Rp 400 juta rupiah bila tidak dibayar dikenakan kurungan 3 bulan.

Majelis hakim yang diketuai Eko Aryanto menilai seluruh dakwaan terhadap Alex sama sekali tak terbukti. Dalam kasus ini, yang terjadi hanyalah masalah utang piutang dan bukan gratifikasi.

Unsur yang membuat bebas terdakwa Alex yakni adanya surat PN Bandung tentang status hukum kelebihan tanah SMAN 22 seluas 4150 meter persegi. Alex saat itu menerbitkan surat bahwa kelebihan tanah SMAN 22 tersebut adalah milik ahli waris Iji Hartaji. Namun diduga surat itu tidak sesuai aslinya.

Sementara dilain pihak Pemkot Bandung dalam mencairkan penggantian tersebut tidak berdasarkan surat yang diterbitkan Alex tapi berdasarkan surat warkah, leter c, keterangan camat dan legal opinion dari Kejati Jabar. Dari itulah unsur melawan hukum terdakwa tidak terpenuhi.

Kemudian unsur menerima gratifikasi juga tidak terpenuhi karena Alex menerima Rp 400 juta dari ahli waris Iji hartaji melalui pengacara Abidin bukan balas jasa pencairan tanah SMAN 22, tapi atas pembayaran utang piutang, sebagaimana dibenarkan dalam persidangan oleh saksi pengacara Abidin dan ahli waris Iji Hartaji, yakni Rahmat Afandi Hartaji.

Karena unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, maka terdakwa harus dibebaskan. Selain memebaskan dari semua dakwaan dan tuntutan Alex juga segera dikeluarkan dari tahanan.
(cesar)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …