Aher Targetkan Venue PON Tuntas Juni 2016

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat menegaskan tidak ada persoalan berarti terkait pengerjaan arena pertandingan. Sehingga, pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Tanah Air ini akan sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan media yang digelar PB PON XIX/2016, di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/11). Pada pertemuan ini, hadir langsung Ketua Umum PB PON XIX/2016 yang juga menjabat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua Harian PB PON XIX/2016 yang juga Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, dan pimpinan seluruh media lokal dan nasional.

Heryawan mengatakan, hingga akhir tahun ini, pengerjaan arena pertandingan akan mencapai 80-85 persen. Adapun sisa pengerjaannya akan mulai dilakukan awal tahun depan.

Oleh karena itu, Heryawan mewanti-wanti bawahannya agar terus mengawasi pengerjaan venue. Bahkan, Heryawan mengaku akan marah besar jika terjadi keterlambatan pada pengerjaan tersebut.

“Venue harus selesai sebelum Juni 2016 sekitar 10-15 persen lagi,” kata Heryawan. Heryawan mengatakan, sisa pengerjaan tersebut sudah bisa dilelang bulan ini juga.

Sebab, menurut rencana, pengesahan APBD Murni Jabar 2016 akan dilakukan pada 25 November mendatang. “Sehari setelah pengesahan, sudah bisa ditenderkan,” katanya.

Dengan begitu, Heryawan berharap tidak ada keterlambatan dalam proses lelang tersebut. “Sehingga awal Januari sudah bisa dikerjakan,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, banyak pihak yang awalnya menolak dana hibah pembangunan venue dari Pemprov Jabar, terutama venue yang dikelola swasta. Mereka menganggap dana hibah sebagai sesuatu hal yang mengerikan karena rentan terjerat persoalan hukum.

Kondisi tersebut membingungkan pihaknya mengingat skema hibah menjadi satu-satunya cara penyaluran dana bantuan untuk venue. Oleh karena itu, pihaknya berkonsultasi dengan BPKP agar penyaluran hibah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita selalu konsultasi dengan BPKP. Soalnya banyak yang enggak mau menerima hibah dan dianggap mengerikan,” pungkasnya.

Ketua Harian PB PON XIX/2016 Jabar Iwa Karniwa mengaku, pihaknya fokus pada APBD 2016. Sehingga, diharapkan APBD tersebut bisa disahkan pada 25 November mendatang.

Untung mengantisipasi keterlambatan lelang, pihaknya menyiapkan langkah yakni permohonan mekanisme khusus kepada Presiden Joko Widodo. Hal ini, kata Iwa, sama dengan pada saat pelaksanaan peringatan Konferensi Asia Afrika 2015 di Bandung beberapa waktu lalu.

Sehingga, jika terjadi keterlambatan lelang, bisa dilakukan penunjukkan langsung dengan payung hukum Keputusan Presiden. “Kemarin kami sudah bertemu dengan Staff Kepresidenan. Kami berharap ada perlakuan khusus seperti KAA, bisa penunjukan langsung melalui Kepres, mengingat waktu yang terbatas,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya secara berkala akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terkait persiapan venue PON. Pengecekan ke lapangan ini menjadi hal penting untuk mengetahui hambatan dari masing-masing venue. “Dicari apa masalah di lapangan dan langsung dicari juga solusinya,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …