Wagub: Ada Bandara dan Tol, Kuningan Bakal Berkembang Pesat

Deddy Mizwar

Deddy Mizwar

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pembangunan di kawasan Kabupaten Kuningan diprediksi berkembang pesat seiring akan dibukanya sejumlah akses masuk seperti bandar udara dan jalan tol.

Seperti diketahui, pada 2017 mendatang, jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, serta Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati akan mulai beroperasi. Berbagai langkah harus dilakukan agar pembangunan yang ada bisa dirasakan warga Kuningan. Hal ini mengemuka dalam seminar terkait pengembangan potensi Kabupaten Kuningan, di Sangkan Hurip, Kabupaten Kuningan, Rabu (11/11).

Acara yang digelar sebagai bagian dari kegiatan media gathering yang digelar Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia Pokja Gedung Sate ini menghadirkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Wakil Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, serta Bupati Kuningan Utje Choiriyah Suganda selaku pembicara. Deddy memprediksi, pembangunan di Kuningan akan berkembang pesat seiring dibukanya akses jalan tol dan bandara.

Pembangunan tersebut salah satunya di sektor industri. Menurut Deddy, dengan mudahnya akses masuk ke Kuningan, akan banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di daerah yang memiliki hawa sejuk itu.

Dengan begitu, Deddy berharap agar Pemerintah Kabupaten Kuningan segera memetakan lokasi mana saja yang cocok menjadi kawasan industri. Sehingga, pertumbuhan industri yang akan terjadi tidak mengganggu lingkungan.

Selain industri, Deddy pun optimistis sektor pariwisata akan ikut terdongkrak. Jumlah wisatawan yang mengunjungi objek wisata di Kuningan diprediksi meningkat setelah dibukanya akses jalan tersebut.

Oleh karena itu, Deddy meminta agar masyarakat Kuningan dipersiapkan dari sekarang untuk menghadapi berbagai kemungkinan pembangunan tersebut. “Perubahan kultur masyarakat Kuningan harus disiapkan. Agar pembangunan yang ada benar-benar bisa dirasakan,” kata Deddy.

Sebagai contoh, kata Deddy, masyarakat harus diberikan pendidikan terkait kesiapan menghadapi berbagai pembangunan tersebut. “Harus disiapkan SMK Pariwisata, karena harus ada perubahan kultur,” kata Deddy.

Deddy menilai, berdasarkan pengalaman di daerah lain, berbagai pembangunan yang ada tidak diiringi dengan kesiapan masyarakatnya. Sehingga, masyarakat setempat tidak banyak yang ikut menikmati pembangunan tersebut.

“Terkadang birokrat hanya berpikir anggaran diserap, tapi tidak dipikirkan perubahan masyarakat setelah ada pembangunan. Jangan-jangan (pembangunan) hanya memarjinalkan masyarakat yang belum siap, sehingga tersingkirkan oleh masyarakat pendatang yang menguasai,” kata Deddy seraya menyebut warga dari luar Kuningan bahkan Jabar pun sangat berpotensi melakukan hal itu.

Wakil Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara mengatakan, pertumbuhan industri harus diatur sebaik mungkin. Hal ini penting agar keberadaan industri tidak mengganggu ekosistem lingkungan ada.

“Kalau tidak salah di Kuningan ini sudah ada perdanya. Jadi enggak boleh sembarangan bikin pabrik,” katanya.

Bupati Kuningan Utje C. Suganda mengatakan, pihaknya bersama masyarakat berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Sehingga, pihaknya tidak sembarangan dalam mengabulkan permohonan pembangunan industri.

“Bagaimana pun juga harus ada spesifikasi di daerah itu. Kalau ada industri, ya industri berwawasan lingkungan, mengacu ke desa wisata,” katanya.

Terkait pengembangan potensi wisata, menurut Utje, pihaknya pun sudah melakukan berbagai hal untuk mendukungnya. “Jalan sampai ke desa sudah bagus. Pemeliharaan infrastrujtur,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun terus mengembangkan objek wisata di daerahnya tersebut. “Ada desa wisata, bukan 1-2, sudah dikembangkan. Setiap tahun ada helaran budaya. Mereka bisa memperlihatkan seni budaya mereka,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun diajak bekerjasama untuk menggelar sejumlah event bertaraf internasional, seperti lomba sepeda Tour The Linggarjati yang pesertanya berasal dari sejumlah negara Asean.

“Kami pun akan menggelar peringatan ke-70 tahun perjanjian Linggarjati. Karena momentum ini bagian dari sejarah Indonesia,” katanya.

Tidak hanya itu, Pemkab Kuningan pun tengah membangun Kebun Raya Kuningan yang luasnya hampir 4 kali lipat dari Kebun Raya Bogor. “Kita sedang membangun Kebun Raya di lereng Gunung Ciremai, luasnya sekitar 155 hektare,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds