200 Pohon Rawan Roboh di Lembang KBB Ditebang

pohon di lembang rawan roboh

pohon di lembang rawan roboh

 


POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Dalam menjegah Pohon tumbang akibat keropos di cuaca ekstrem seperti ini, sebanyak 200 pohon pinus yang lapuk atau keropos di hutan lindung sepanjang dua km Jalan Raya Tangkuban Parahu Desa Cikole Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditebang oleh KPH Bandung Utara, Kamis (12/11).

Selama penebangan pohon, arus lalulintas dari dua arah baik dari arah Subang-Bandung maupun sebaliknya ditutup sementara selama 30 menit. Akibatnya antrean ratusan kendaraan tidak terelakan dari kedua arah tersebut.

Penebangan 200 pohon yang dilakukan untuk mencegah pohon roboh akibat cuaca ekstrem di musim hujan saat ini, rencana dilakukan selama empat hari mulai dari Rabu (11/11) hingga Sabtu (14/11) mendatang, yang melibatkan pihak Kecamatan Lembang, BPBD, aparat kepolisian, dan TNI.

Administratur KPH Bandung Utara, Wismo Tri Kancono menuturkan, disaat transisi musim hujan saat ini sangat rawan pohon tumbang. Apalagi disepanjang jalan tersebut disaat malam tidak ada lampu penerangan jalan umu (PJU), sehingga khawatir dapat membahayakan para pengguna jalan yang melewati jalur provinsi tersebut.

“Semuanya ada 200 pohon lapuk yang akan kita tebang. Jika dibiarkan khawatir roboh dan membahayakan para penggunan jalan. Apalagi dulu pernah ada korban jiwa yang tewas akibat tertimpa pohon yang sudah usang usianya,” kata Wismo kepada wartawan, Kamis (12/11).

Menurutnya, penebangan pohon yang sudah usang usianya itu, juga sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi lagi memakan korban jiwa yang disebabkan pohon tumbang. “Kalau tidak diambil langkah seperti ini, dikhawatirkan akan ada korban lagi, kita tidak mau ada korban lagi,” ujarnya.

Selain itu, sebagai pengganti pohon yang sudah ditebang pihaknya berencana akan mengganti dan melakukan peremajaan kembali dengan jenis pohon muda yang tidak rawan tumbang disepanjang jalur tersebut. Sebelumya jauh-jauh hari pihaknya sudah melayangkan pengajuan peremajaan kembali ke Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

“Dulu ini hutan produksi tapi setalah ada reskoring kawasan hutan lindung, hutan ini ditetapkan menjadi hutan lindung. Jadi tidak sembarangan menebang pohon terkecuali pohon yang sekiranya membahayakan. Jadi semua kayu-kayu yang sudah diteban itu kita biarkan saja, tidak boleh digunakan atau diproduksi lagi,” jelasnya.

Dia menambahkan, mengenai tidak adanya PJU disepanjang jalan tersebut, ungkapnya, bukan merupakan kewenangannya. Akan tetapi itu merupakan kewenangan Pemerintah Daerah. Namun, dia mengaku sudah memberi surat dukungan kepada Camat Lembang untuk pengajuan PJU di sepanjang jalan tersebut.

“Tapi kita sudah ngasih surat dukung ke pak camat untuk di buat PJU. Karena 2 kilometer disepanjang jalan kawasan hutan lindung ini tidak ada PJU,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …