Terpidana Kasus Suap Hakim Bansos, Toto Hutagalung Ajukan PK

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Terpidana kasus suap hakim bansos, Toto Hutagalung ajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan tujuh tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Nurhakim terhadap dirinya.


Sidang perdana PK digelar di ruang sidang V Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (11/11/2015). Sidang PK dipimpin hakim Longser Sormin dengan agenda keterangan saksi ahli hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Haerul Huda.

Usai persidangan, Kuasa Hukum Toto Hutagalung, Binsar Sitompul mengatakan, PK ini diajukan bukan menuntut agar kliennya dibebaskan. Tapi, setidaknya bisa mengurangi masa hukuman dengan novum (bukti baru) yang diberikan.

“Novumnya atas putusan Heri Nurhayat. Sebagai pejabat negara (Toto) kok lima tahun (vonis). Toto bukan sebagai inisiatif tujuh tahun,” katanya.

Kendati menurut saksi ahli itu merupakan dalil yang bertentangan, namun menurutnya itu sebagai novum yang bisa diajukan kepada hakim sebagai landasan PK.

Ditanya soal diajukan PK berharap Toto dibebaskan, Binsar mengaku hal itu bukan prioritas utama. Namun, setidaknya dengan diajukannya PK bisa mengurangi masa hukuman terhadap Toto.

“Setidaknya sejajar (dengan Heri) jangan terlalu jomplang. Ini ada desparitasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Toto Hutagalung divonis majelis hakim lantaran terbukti bersalah menyuap hakim Bansos Setiabudhi Tedjo Cahyono hukuman tujuh tahun penjara. Selain Toto, Heri Nurhayat yang kala itu menjabat sebagai Kadis Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) divonis lima tahun penjara. Atas dasar itulah Toto dan tim kuasa hukumnya mengajukan PK. (cesar)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …