Butuh Biaya Pengobatan Anak, Pria Asal Bandung Habisi Nyawa Sopir Pabrik Roti

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– AR (37) gelap mata lantaran butuh uang untuk biaya pengobatan anaknya yang menderita leukimia. Warga Kabupaten Bandung tersebut mengotaki aksi perampokan yang menewaskan sopir pabrik roti, Yanto (37). Pelaku bersama tiga rekannya berhasil menggondol uang Rp 18,2 juta.

Yanto ditemukan sudah tak beryawa di bagian depan dalam mobil boks D 8759 VM di Jembatan Layang atau sekitar 1,5 kilometer dari pintu keluar Tol Cikedung, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Minggu (1/11) lalu, sekitar pukul 03.00 WIB. Warga Jatihandap, Kabupaten Bandung, itu kondisinya mengenaskan dengan posisi leher terikat handuk, tangan dan kaki terikat tali serta sabuk. Korban merupakan sopir CV Roti Saron, perusahaan kue yang berlokasi di Majalaya, Kabupaten Bandung, mengalami patah tulang hidung dan rusuk, serta lebam bagian punggung dan perut.

Belum lama ini, Satreskrim Polres Indramayu dibantu personel Subdit Jatanras Polda Jabar sukses meringkus dua pelaku, AR dan ACG (29) di kawasan Kabupaten Bandung. Dua pelaku lainnya yaitu M (50) dan S (31) masih pemburuan polisi. “Tiga dari empat pelaku dan korban itu ternyata saling mengenal. Otak pelakunya ialah AR yang juga rekan satu kerja korban. Makanya seluruh pelaku menggunakan penutup wajah atau sebo saat beraksi,” ucap Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Niko Adi Putra via telepon, Rabu (11/11/2015).

Berdasarkan keterangan AR, menurut Niko, kasus pencurian disertai kekerasan yang menewaskan Yanto dipicu kondisi AR yang terdesak uang. Jalan pintas hinggap di benak AR. Dia mengontak ayah tirinya, M, serta dua rekan, ACG dan S, untuk menyusun skenario merampok korban.

“Motif AR berlatar belakang uang. Alasannya karena AR butuh biaya besar untuk pengobatan putrinya berusia tujuh tahun yang menderita penyakit leukimia. Setiap minggu, anak AR harus kemoterapi di RS Sartika Asih Bandung yang menghabiskan biaya Rp 1,2 juta,” ujar Niko.

Aksi perampokan bermula saat Yanto berangkat dari Majalaya ke Cirebon, pada Sabtu 31 Oktober 2015, pukul 19.30 WIB. Para perampok sudah mengikuti korban Yanto sejak dari Majalaya.

“Modus pelaku yang menggunakan mobil sewaan ini memepet mobil korban di daerah Ciwaringin atau setelah RS Sumber Waras Cirebon. Lalu para pelaku memukuli dan menginjak korban. Korban yang sudah sekarat karena disiksa, diangkut ke mobil pelaku. Seorang pelaku, AR, mengambil alih kemudi mobil korban. Selanjutnya kedua mobil tersebut melaju masuk ke Tol Sumberjaya dan keluar di pintu Tol Cikedung,” tutur Niko.

Niko menjelaskan, para perampok menggasak uang setoran sebanyak Rp 18,2 juta. Usai mencuri dan menghabisi nyawa Yanto, mobil boks dibuang di kawasan Terisi. “Jasad korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat dipindahkan ke mobil boks tersebut. Pelaku langsung kabur ke arah Cikamurang,” ucapnya.

Nico menambahkan, uang hasil kejahatan dibagi-bagi. Otak pelaku, AR, mendapat bagian lebih besar. Hasil penyelidikan, komplotan perampok tersebut sudah melakukan kejahatan serupa sebanyak tujuh kali di lokasi berbeda.

Kedua pelaku, AR dan ACG, kini meringkuk di sel tahanan Mapolres Indramayu. Mereka diganjar Pasal 365 KUHPidana yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. “Kami tengah mengejar dua pelaku lainnya,” ucap Niko. (cesar)

Loading...

loading...

Feeds