Sidang Putusan Wabup Cirebon Non-aktif Ditunda

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Sidang putusan terhadap Wakil Bupati Cirebon Non aktif Tasiya Soemadi alias Gotas ditunda hingga Kamis 12 November 2015. Gotas diduga terlibat kasus korupsi penyalahgunaan dana hibah Cirebon tahun anggaran 2009-2012.


Ditundanya sidang putusan Gotas lantaran Ketua Majelis Hakim Djoko Indiarto mengaku belum siap memutuskan baru lagi memimpin sidang setelah vakum dua bulan. Selain itu, Djoko mengaku masih perlu mempelajari hasil persidangan sebelumnya.

Hal itu terungkap dalam sidang putusan kasus dugaan penyelewengan dana hibah Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009-2012, di Pengadilan Tipikor pada PN Kelas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (10/11/2015).

Sebelum memutuskan sidang ditunda, Djoko memanggil ketiga terdakwa untuk hadir di ruang persidangan. Mereka adalah Gotas, Emon Purnomo, dan Subekti Sunoto.

“Saya baru ditunjuk lagi oleh ketua PN. Untuk memutuskan saya perlu mempelajari hasil persidangan secara matang dan seksama. Untuk itu sidang ditunda hingga Kamis,” ujar Djoko.

Mendengar sidang putusan ditunda, para pengunjung sidang yang notabene para pendukung Gotas Cs kecewa. Mereka pun mengeluarkan suara cemoohan dan tepukan tangan.

Sementara Pengacara Gotas, Mangiring Sibagariang mengaku, memahami keputusan ketua majelis untuk menunda sidang. Sebab, selama ini ketua majelis tidak mengikuti persidangan dan perlu mempelajarinya.

“Mudah-mudahn keputusannya nanti berpihak kepada kami,” harapnya seusai persidangan.

Sejak menunaikan ibadah haji, posisi Djoko Indiarto sebagai hakim ketua di persidangan Gotas cs digantikan Kriswan Damanik. Djoko kemudian ditunjuk lagi oleh ketua PN beberapa hari menjelang putusan.

Gotas sendiri sebelumnya dituntut hukuman sembilan tahun, denda Rp 200 juta, subsider kurungan enam bulan. Selain itu, Gotas diharuskan mengganti uang kerugian negara senilai Rp 159 juta.

Kasus yang menjerat Wakil Bupati Cirebon H Tasiya Soemadi alias Gotas (48) adalah korupsi penyalahgunaan dana hibah Cirebon tahun anggaran 2009-2012. Selain Gotas juga duduk sebagai terdakwa, Emon Purnomo, mantan Wakil Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kab Cirebon dan Subekti Sunoto, mantan Ketua PAC PDIP Kedawung.

Jaksa Penuntut Umum, Arif Rahman menyebutkan terdakwa Gotas telah melakukan pemotongan dana hibah bansos untuk kepentingan partainya. Saat itu Gotas menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kasus tersebut berawal dari Pemkab Cirebon menganggarkan belanja hibah dan bansos pada tahun 2009-2012 sebesar Rp 298,4 miliar. (cesar)

Loading...

loading...

Feeds