Korban Pergerakan Tanah di Cipatat KBB, Tinggalkan Kandang Domba

retak

retak

 


POJOKBANDUNG.com, CIPATAT–Satu keluarga terdiri bapak, ibu dan tiga anaknya yang sempat tinggal di kandang domba, akibat rumahnya dilanda pergerakan tanah di Kampung Gunung Batu RT02/RW06, Desa Ciptaraharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kini sudah mengungsi ke tempat orang tuanya,Karyati.

Selain keluarga Jajang (45) dan istri, Entin Suhartini (38) serta tiga anaknya, keluarga menantunya Sani Anwar (27) pun sudah mengungsi ke rumah tetangganya lebih dahulu.

Rumah semi permanen yang sebelumnya dihuni Jajang terkena longsor di bagian belakang rumah sehinga bagian belakang rumah hancur. Walapun hanya longsor kecil, Jajang tetap khawatir, apabila hujan terjadi akan mengakibatkan longsor susulam.

“Waktu itu kejadiannya Minggu (8/11) malam hujan deras,tiba-tiba ada suara gemuruh di belakang rumah, rupanya terjadi longsor dan dilihat terdapat retakan, karena takut dan panik akhirnya langsung mengungsi ke kandang domba yang terdapat di depan rumah,” tuturnya kepada waratawan, Selasa (10/11).

Karena bingung harus pergi ke mana, malam itu Jajang memutuskan untuk sementara tinggal di kandang domba berukuran 2×2 meter persegi. “Karena di kandang terdapat ruang kosong, ya sudah langsung dibuat tempat tinggal sementara dengan membersihkan tempat tersebut dan memberi kain sebagai pembatas,” ungkapnya.

Jajang menjelaskan, kenapa dia meninggalkan kandang domba tersebut. Karena, domba yang ada di kandang tersebut cukup banyak mencapai 50 ekor, dan bukan miliknya. Ia khawatir apabila nanti domba-domba tersebut hilang, makanya ia memilih mengungsi lebih jauh.

“Di kandang ada 50 domba yang bukan milik saya, ya karena takut hilang, mending saya mengungsi di sini sementara sambil jaga-jaga,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jajang, ini merupakan kejadian pertama bagi dia maupun tetangganya yang tak jauh dari rumahnya.

Ia mengaku, masih belum berani untuk kembali ke rumahnya, mengigat curah hujan masih tinggi. Setelah tinggal semalaman di kandang domba, kini Jajang bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah orang tuanya, sejak Senin (9/11) lalu. “Dombanya tetap di kandang, paling nanti akan saya kontrol sewaktu-waktu, takut terjadi apa-apa nanti,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengatakan, penanggulangan pertama ialah dengan cara membangun tenda yang tak jauh dari rumahnya dan kandang domba, sebagai tempat pengungsian sementara. Namun menurutnya, Jajang menolak untuk tinggal di tenda sementara, alasan takut dengan ular.

“Tadi kami beri opsi untuk tinggal di tenda sementara, tapi ia tolak karena takut dengan ular, iya maklum sih, karena di sekitarnya banyak tanaman pepohonan keras. Maka dari itu kita putuskan untuk membangunkan rumah panggung sekitar 50 meter bergeser dari lokasi kejadian, tidak terlalu jauh dari kandang kambing milik jajang,” pungkasnya. (bie)

Loading...

loading...

Feeds

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …