Duh..Kakek Nenek di Desa Citimun, Sumedang Tinggal di Kandang Domba

Pasangan suami istri yang sudah lanjut usia tinggal di kandang domba

Pasangan suami istri yang sudah lanjut usia tinggal di kandang domba

POJOKBANDUNG.com, SUMEDANG–Bagi sebagian orang, datangnya hujan bisa menjadi berkah. Tapi tidak bagi Amas. Buruh serabutan asal Cimalaka, Sumedang itu tinggal di bekas kandang domba, dan cemas rumahnya itu terhempas curah hujan.


Saat kini memasuki musim penghujan, Amas (75) cemas. Warga RT 01 RW 05 Kampung Ciseda, Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka itu tinggal di bangunan di bekas kandang domba. Bila hujan datang, rumahnya itu rawan terhempas air hujan besar karena berada di kebun tanpa tembok beton.

Sebenarnya ini bukan musim hujan pertama, ketika Amas dan istrinya Erus (65), harus tinggal berdua di rumah persegi berukuran 6×3 meter ini. Rumah yang hanya terbuat dari bilik dan bambu ini semakin lama semakin reot sejak lima tahun ditinggali. Kenteng dan bambu sudah merenggang sehingga air mudah masuk. Lantai yang hanya terbuat dari tanah pun mudah becek.

Berdua dengan istrinya, kakek yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini terpaksa tinggal di bekas kandang domba. Pasangan suami istri sebenarnya mempunyai rumah namun dijual lima tahun lalu untuk melunasi utang keluarga.

Amas lalu tinggal di rumah anaknya tak jauh dari rumahnya. Namun karena ada masalah keluarga, kakek nenek ini terpaksa keluar dari rumah itu dan memilih tinggal di kandang domba di pinggir rumah anaknya yang kini disewakan ke orang lain.

“Saya tidak masalah tinggal di saung ini kalau cuma jelek dan kotor. Saya cuma cemas dan khawatir kalau musim hujan ini rumah saya tergerus air hujan karena tanahnya becek dan berada di lahan kebun yang labil,” kata Amas, Selasa (10/11).

Amas sangat berharap rumahnya diperbaiki supaya air tak mudah masuk. Namun dengan uang hasil serabutannya, tak akan cukup untuk memperbaikinya. Istrinya, Erus, juga mengkhawatirkan hal yang sama. Musim hujan ini ia pasti akan kerepotan ketika memasak. Tungku yang disimpan di dalam bersamaan dengan tempat tidur akan sering kebasahan.

“Kalau tidak hujan tidak akan kebasahan. Saya tidak apa-apa kalau menyalakan tungku tepat disamping tempat tidur, tapi kalau musim hujan lebih repot karena genting dan bambu sudah reot,” kata Erus.

Ketua RW setempat Muhammad Faturrahmah membenarkan kondisi warganya ini. Rumah ini memang bekas kandang domba. Domba milik anaknya dijual untuk membiayai khitanan cucunya. Tak lama, Amas dan Erus terpaksa harus pindah dari rumah permanen milik anaknya ke kandang domba yang sudah tak dipakai.

“Ketika dulu terpaksa keluar dari rumah anaknya, Amas meminta bantuan warga agar kandang domba ini tertutup untuk sekedar tidur saja. Dulu lantainya tidak dipasangi pondasi begini sehingga air mudah menggenang. Sekarang ada tembok penahan di luar saja agar kayu tiang rumah bisa berdiri,” kata Faturahman.

Sekeliling rumah yang lebih pantas disebut saung atau dangau ini hanya tertutup bilik dan jalinan bambu yang dipasang hanya untuk menahan bilik saja. Tidur, masak dan perabot rumah berada dalam satu ruangan. Ruangan seluas 1 meter persegi disisakan untuk pasangan ini santai sambil berhadapan dengan kandang ayam.

“Bentuknya saung tapi bagi saya ini rumah yang nyaman,” ujar Erus dan Amas dengan nada bicara yang tanppa terlihat gurat kesedihan.
Ketua RT setempat Imit Sasmita mengatakan, kondisi kemiskinan warganya ini bermula dari masalah keluarga. Karena masalah ini pula, warga belum bisa membantu untuk merenovasi rumah Amas dengan bantuan dana rumah tak layak huni dan dana lainnya.

“Warga terus berusaha hingga akhirnya tahun ini kami bisa membantu Pak Amas dan istrinya dengan membangun rumahnya,” kata Imit.
Kepala Desa Citimun Dadan mengatakan bantuan ini sudah lama akan disalurkan namun baru saat ini bantuan tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan.

“Kami terus berusaha hingga akhirnya tahun ini bisa membantu warga kami,” kata Dadan.

Di Citimun, sekitar 300 kepala keluarga dari 1800 KK merupakan warga miskin. Secara bergiliran, warganya menerima bantuan rumah tak layak huni. Tahun ini keluarga Amas akan mendapatkan bantuan tersebut.

Kondisi memprihatinkan Amas ternyata menggugah perhatian seorang pengusaha kopi Muhammad Agung Nugraha. Bersama-sama perangkat desa dan tokoh masyarakat lainnya, Owner Kopi Progo ini memberikan bantuan dana kepada Amas.

“Bantuan dana ini hanya bersifat stimulus. Tentu sebelumnya sudah banyak warga setempat yang menolong Pak Amas, namun sekarang kita harus membantunya lebih keras lagi agar musim hujan ini, rumah Pak Amas tak terhempas hujan dan bisa hidup lebih layak,” kata Agung.

Agung menambahkan, potret kemiskinan ini tak hanya terjadi di Citimun saja, melainkan di wilayah Sumedang lainnya diyakini masih ada. Menurut Agung, jika semua yang berlebih rezeki bisa peduli terjadap keluarga miskin maka tak ada kemiskinan. Selain itu, pemerintah jugha harus bisa melindungi warganya dari kemiskinan dengan cara memberikan bantuan keuangan negara atau pemerintah serta turut mendorong warga untuk berbuat kebaikan. (Vera Suciati / Sumedang)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Kol. Tek Videon Nugroho Yakinkan Sinovac Aman

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Didampingi oleh para Kepala Dinas, Komandan Wing Pendidikan Teknik Kolonel Tek Videon Nugroho, mengikuti Vaksinasi Covid-19 tahap …

Kodam Cendrawasih Siap Dukung PON XX Papua

POJOKBANDUNG.com, JAYAPURA – Dalam rangka meminta dukungan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Ketua Umum KONI Jawa Barat, Ahmad Saefudin bersama rombongan melaksanakan …

Minta Warga Waspada Varian Baru COVID-19

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Covid-19 varian baru B 117 yang kasusnya …