Berlakunya MEA Jangan Gerogoti Sifat Gotong Royong

Anggota MPR RI dari Fraksi PDIP H. Yadi Srimulyadi pada acara Dengar Pendapat dengan masyarakat tentang Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (10/11/2015).

Anggota MPR RI dari Fraksi PDIP H. Yadi Srimulyadi pada acara Dengar Pendapat dengan masyarakat tentang Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (10/11/2015).

POJOKBANDUNG.com, IBUN – Masyarakat Indonesia perlu memperkuat gotong royong untuk menghadapi pasar bebas negara-negara Asia Tenggara atau biasa disebut MEA pada akhir 2015. Hal tersebut diungkapkan Anggota MPR RI dari Fraksi PDIP H. Yadi Srimulyadi pada acara Dengar Pendapat dengan Masyarakat tentang Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (10/11/2015).


Menurut Yadi, memperkuat gotong royong dalam menghadapi MEA mulai akhir tahun 2015 sangat penting bagi masyarakat di Kabupaten Bandung, karena ini krusial. Hal ini mengingat pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015 bukan hanya memberikan dampak positif tetapi juga memunculkan sisi negatif bagi Indonesia.

“MEA jadi positif karena jalur perdagangan di kawasan Asia Tenggara akan berjalan lebih cepat sehingga diperkirakan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia.  Sedangkan dari sisi negatif, MEA berpotensi menggerogoti nilai-nilai luhur yang selama ini dimiliki bangsa Indonesia karena berpotensi menumbuh suburkan rasa individualisme,” tandasnya.

Ia mengatakan, pemuda sebagai pemimpin masa depan dituntut bertanggung jawab untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila di segala bidang, baik dalam konteks politik, ekonomi, dan budaya. Ini penting agar nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila tidak tercerabut dari masyarakat.

Lebih lanjut, Yadi mendorong pemerintah pusat dan khususnya pemerintah daerah Kabupaten Bandung agar bijak dalam menghadapi MEA. Salah satunya, melakukan pemerataan pembangunan di seluruh kawasan. “Seperti Kecamatan Ibun dan Majalaya yang merupakan kawasan industri juga harus siap hadapi MEA. Jadi pemerintah daerah harus bisa memberikan perhatian lebih agar kawasan tersebut mampu bersaing dan palaku usahanya bisa mendapat kemudahan apapun seperti perizinan dan permodalan,” ungkapnya.

Yadi Menambahkan, selain itu MEA merupakan bagian dari globalisasi yang menyebabkan daya saing tenaga kerja menjadi lebih ketat. Hal ini berimplikasi terhadap persaingan buruh pabrik yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Bandung. Jika tidak ada usaha-usaha untuk melindungi kepentingan tenaga kerja Indonesia akan kalah bersaing di negerinya sendiri.

“Selain perdagangan barang dan jasa, MEA juga membuka arus tenaga kerja asing. Dan ini bukan tidak mungkin akan berpengaruh terhadap buruh pabrik yang jumlahnya mencapai puluhan ribu di Kabupaten Bandung,” jelas Yadi. Untuk menangkal ekses negatif MEA, lanjut Yadi dibutuhkan sikap mental untuk menjaga kedaulatan kebangsaan kerja Indonesia menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. (ard)

Loading...

loading...

Feeds

Bakal Punya Wadah Industri Kreatif

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan bertekad mewujudkan industri kreatif milenial. Gagasan itu rupanya tak main-main. Upaya …

Gandeng LBH Gerakan Pemuda Anshor

POJOKBANDUNG.com, CIMANGGUNG – Untuk melindungi warga karang taruna dan masyarakat Cimanggung yang berurusan dengan masalah hukum, Forum Pengurus Karang Taruna …