Hadapi Musim Hujan, Aher Minta Warga Jabar Waspadai Banjir

Ahmad Heryawan

Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG— Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta warga Jabar waspada terhadap potensi banjir. Sebab, saat ini potensi curah hujan diprediksi besar.


Hal ini diperburuk dengan kondisi lingkungan yang masih belum membaik. Heryawan mengatakan, pihaknya melakukan pendekatan struktural seperti rehabilitasi Sungai Citarum.

Namun, Heryawan mengakui, perbaikan itu belum sepenuhnya optimal. Situasi tak jauh berbeda juga terjadi pada aliran sungai lain pemicu banjir tahunan seperti Sungai Ciliwung dan Cisadane.

Gubernur menilai, pendekatan kultural terutama memperbaiki lingkungan hulu sungai dan mengubah gaya dan pola hidup masyarakat, belum sebanding dengan pendekatan struktural yang dilakukan oleh pemerintah. “Citarum misalnya sudah dikeruk besar-besaran dengan dana massif pemerintah tahun 2011, banjir relatif kecil pada 2012 dan 2013. Tapi tahun lalu (2014) muncul lagi,” kata Heryawan, kemarin.

Heryawan menjelaskan, bila dilakukan secara konsisten dan terus menerus, pendekatan kultural itu hasilnya kemungkinan baru akan terlihat paling lambat sekitar 10 tahun kemudian, tidak bisa instan. Sebab, perbaikan daerah hulu sungai dengan penanaman pohon membutuhkan waktu cukup lama sebelum nantinya berfungsi sebagai daerah tangkapan air hujan atau daerah resapan.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar terus melakukan penanaman pohon di daerah hulu sungai dan membersihkan daerah aliran sungai bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat dan pencinta lingkungan hidup. “Pemprov juga terus berusaha melakukan pembebasan pemukiman di wilayah Cieunteung, Baleendah, seluas 5 hektare untuk dijadikan kolam retensi,” paparnya.

Kolam retensi tersebut nantinya berfungsi untuk mengurangi banjir yang biasa menggenangi wilayah Cieunteung, Baleendah, Dayeuhkolot, dan sekitarnya. Selain itu, kolam tersebut juga dapat digunakan sebagai area mancing jika musim hujan tiba dan arena olahraga bila musim kemarau.

“Pembebasan lahan masih diproses, tidak mudah juga sepakat dalam uang ganti rugi,” ujarnya. Selain potensi banjir di aliran Citarum, Heryawan juga mengingatkan mengenai potensi banjir Jakarta.

Memasuki musim hujan akhir tahun ini, Jakarta masih berpotensi mendapat banjir kiriman dari Bogor. Sebab, pembangunan Waduk Ciawi di kawasan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor belum rampung.

Waduk Ciawi yang diproyeksikan untuk menampung kiriman air yang biasa mengalir ke wilayah Jakarta, akan dialihkan ke waduk ini. Nantinya, akan ada 2 buah bendung di waduk ini yang masing-masing memiliki luas 89,42 hektare dan 49,82 hektare.

Dua bendungan ini akan menggenangi 4 desa di Kecamatan Megamendung yakni masing-masing Desa Sukamahi, Sukakarya, Gadog, dan Desa Cipayung Datar, dan satu desa di Kecamatan Cisarua yaitu Desa Kopo. Data Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane menyebutkan, pembebasan lahan akan selesai pada akhir 2015.

Sedangkan proyek pembangunan waduk direncanakan akan rampung pada 2016 mendatang. “Dalam pembangunan waduk ini, kelihatannya ada kendala benturan tata ruang karena tidak boleh terjadi perubahan secara parsial. Kami mengusulkan pemerintah pusat membuat terobosan, seperti mengeluarkan Perpres Bendungan Ciawi atau mengizinkan Pemkab Bogor merubah rencana detil tata ruangnya,” pungkasnya. (agp)

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …