Lembang Krisis Air, Warga Perdalam Sumur

sumur


POJOKBANDUNG.com, LEBANG – Sebagai alah satu wilayah di Bandung Barat sebagai pemasok kebutuhan air bagi warga Bandung, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, ternyata pada musim kemarau sekarang, sebagian warganya tengah dilanda krisis air.

Seperti dialami sejumlah warga di Kampung Pangragajian, Desa Kayuambon, Lembang yang sudah sejak satu bulan terakhir, salah satu sumber air yang sering diapaki yaitu sumur mulai kekeringan.

Neneng (60) salah seorang warga Kampung Pangragajian mengungkapkan, Air sumur tidak bisa lagi diambil setiap waktu. Dalam satu hari, air hanya bisa tiga kali memenuhi torn. Itu pun tidak bisa setiap waktu ditarik melainkan harus menunggu berjam-jam sampai air sumur penuh.

“Mesin pompa air yang saya gunakan dijalankan secara otomatis. Bila torn kosong otomatis mengisi sendiri, tapi sekarang mesin otomatisnya tidak difungsikan takut jebol. Dijalankannya manual, jika sedang butuh air mesinnya langsung dinyalakan,” ujarnya kepada wartawan di lembang, Rabu (4/11/2015).

Sumur milik Neneng ini, padahal sudah diperdalam 2 meter menjadi 16 meter. Saat kedalaman sumur masih 14 meter dirinya menuturkan, bahwa sama sekali airnya tidak keluar setelah diperdalam 2 meter barulah air keluar, itu pun sedikit tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk mencuci pakaian tidak lagi di rumah, namun diserahkan kepada jasa pencucian laundry. Air kita manfaatkan seefisien mungkin, buat masak, minum, dan mandi.  Kondisi ini sudah berlangsung sebulan terakhir, pernah beberapa minggu lalu turun hujan tapi belum mampu mengembalikan debit air sumur,” keluhnya.

Bukan hanya sumur milik Neneng yang debit airnya merosot drastis tapi juga sumur milik tetangganya.  Bahkan sumur di SDN Kayuambon 2 yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat tinggal Neneng juga sudah mengering. Warga di Kampung Pangragajian rata-rata memperdalam sumurnya 2 meter.

“Pada musim kemarau seperti sekarang ini, kami harus merogoh uang Rp 500.000 sampai Rp 750.000 untuk biaya penggalian sumur. Harga jasa tukang gali sumur tidak sama, sangat bergantung kepada kondisi sumurnya itu sendiri. Pokoknya sekarang mah tukang gali sumur sedang mengalami masa marema,” ujarnya. (bie)

Feeds