Pencipta Lagu Hymne Guru Tutup Usia, Ini Penjelasan Istri Almarhum

Pencipta_lagu_Hymne_Guru___Sartono

Sartono bersama istri tercinta, Ignatia Damijati, di rumahnya, Jalan Halmahera 98, Kota Madiun, Jawa Timur, 13 Mei 2011.

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Dunia pendidikan dan kebudayaan kembali berduka. Pencipta lagu Hymne Guru, Sartono meninggal di usia 79 tahun pada Minggu (1/11/2015) di Ngawi, Jawa Timur. Ia mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, sekitar pukul 12.40 WIB karena mengalami komplikasi, diantaranya gejala stroke, jantung, kencing manis, dan penyumbatan pembuluh darah di otak.


Mendikbub Anies Baswedan mengatakan lagu Hymne Guru yang diciptakan almarhum Sartono menginspirasi banyak orang untuk memuliakan guru.

“Pak Sartono dengan lagu gubahannya, Hyme Guru, membuat banyak orang terinspirasi untuk tidak saja menghormati guru-guru, tetapi juga memuliakan para guru. Kita semua kehilangan beliau. Saya menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga jasa dan amal almarhum dicatat sebagai amal kebaikan oleh Tuhan,” kata Mendikbud di Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Saat Sartono masuk rumah sakit, Mendikbud Anies Baswedan yang sedang berada di Jambi dan Palembang dalam kunjungan ke sekolah-sekolah di daerah terpapar kabut asap, mengutus Inspektorat Jenderal Kemendikbud Daryanto untuk membesuk dan membantu keluarga.

Istri Sartono, Ignatia Damijati menuturkan, Sartono mulai menunjukkan tanda-tanda sakit pada Sabtu (17/10). Saat itu suaminya tidak mau makan dan merasakan sakit pada lengan kirinya. Dua hari sebelumnya, Sartono terjatuh dari ranjang tempat tidur. Kemudian sejak Jumat (30/10), ia mengalami koma, hingga refleks nyeri, kedipan mata serta komunikasi pada organ tubuh tidak lagi bisa dilakukan. Sartono juga tidak bisa makan atau minum, sehingga pihak RSUD Madiun memasukkan nutrisi langsung ke perut pasien dengan menggunakan slang. Sartono dan istrinya tinggal di Jalan Halmahera, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Lagu Hymne Guru ditetapkan pemerintah sebagai lagu wajib nasional pada tahun 1980. Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional pada tahun 1980, Sartono mengikuti lomba mencipta lagu tentang pendidikan. Dari ratusan peserta, lagu “Hymne Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” ciptaannya, berhasil menjadi pemenang.(esy/jpnn)

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …