Industri Kesehatan Taiwan Bidik Pasar Jabar

Pekembangan-Industri-Farmasi

industri kesehatan

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Pelaku industri kesehatan dari Taiwan membidik pangsa pasar di Jawa Barat. Provinsi ini dinilai punya potensi yang sangat menjanjikan.

Representatif dari Kantor Perdagangan dan Ekonomi Taiwan, Chang Liang Jen mengatakan industri kesehatan di negaranya berkembang sangat pesat. Hal ini membuat para pelaku industri kesehatan di negara tersebut melebarkan pasar ke negara lain seperti Indonesia, khususnya Jabar yang punya penduduk yang sangat banyak.

“Penduduk Indonesia khususnya Jabar sangat banyak, kami berharap kita (Taiwan dan Indonesia) dapat bekerjasama untuk memperluas dan meningkatkan kualitas industri kesehatan bersama-sama,” ujar Chang Liang Jen, Kamis (22/10/2015).

Untuk mendorong kerjasama Taiwan-Indonesia, pihaknya menggelar Taiwan Health Industry Trade Meeting. Usai di Jakarta, acara serupa digelar di Bandung.

Dia menjelaskan kegiatan ini menghadirkan presentasi para pelaku industri kesehatan dari Taiwan. Para pelaku akan menjelaskan teknologi dan aneka mesin canggih yang digunakan dalam pelayanan medis.

Selain itu, pihaknya juga membuat sebuah testimonial dari para pasien yang telah merasakan layanan medis dari industri kesehatan di Taiwan. Hal ini bertujuan untuk menunjukan kualitas layanan kesehatan. “Kegiatan ini menjadi kesempatan baik untuk menjalin kerjasama di masa depan,” katanya.

Sementara itu, kelompok kesehatan dari Taiwan yang hadir diantaranya, National Taiwan Univesity Hospital, Mackay Memorial Hospital, Kaosiung Medical Univesity Chung-Ho Memorial Hospital, Chang Gung Memorial Hospital, Tungs’s Taichung Metroharbor Hospital, Shin Kong Wu Ho-Su Memorial Hospital, Taipei Wellness Clinic, Resort dan Sendai Pharmaceutical.

Crystal Hsu, Vice Director International Medical Service Center dari Mackay Memorial Hospital mengatakan pihaknya punya teknologi kesehatan mutakhir bernama Davinci. Ini adalah mesin/robot untuk aneka masalah kesehatan yang memerlukan pembedahan seperti Jantung dan Rahim.

Menurutnya, kerja mesin ini sangat efektif dan efisien karena berbentuk alat seperti jari. Dengan cara ini maka pasien bisa lebih cepat sembuh karena tidak memerlukan pembedahan besar. “Meski peralatan dan teknologi yang kami punya sangat canggih namun biaya yang harus dikeluarkan pasien masih terjangkau,” bebernya.

Director of obsentrics and gynecology for minimally invasive and endoscopy Taichung Metroharbor Hospital, Hsu Chun-Chen mengatakan biaya operasi rahun hanya sekitar USD5.000-6.000. Angka ini jauh lebih murah dibvandingkan biaya pengobatan di Singapura. “Selain menawarkan layanan kesehatan, kami juga mencari patner industri kesehatan dari Indonesia,” ucapnya.

Dia optimistis warga Indonesia akan banyak memilih layanan dari industri kesehatan Taiwan karena permohonanan visa ke negaranya sudah lebih dipermudah. “Teknologi kita lebih oke, kita harap mereka bisa ke Taiwan,” katanya. (agp)

Feeds

Pedagang Jamur Ketiban Berkah Hujan

POJOKBANDUNG.com, PAMULIHAN – Musim hujan yang tengah melanda saat ini, membawa angin segar bagi penjual jamur disepanjang jalan raya Bandung-Cirebon …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …