Uang Transport Kurang, Peserta Pelatihan di Ciater, Subang Ricuh

ricuh

ricuh

POJOKBANDUNG.com, SUBANG-Kegiatan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat gelombang pertama tingkat Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung selama empat hari di Hotel Lembah Sari Mas Ciater, Kabupaten Subang berakhir ricuh, Rabu (21/10).


Kericuhan itu berawal ketika pihak penyelenggara kegiatan membagikan uang transport yang dinilai mereka tidak sesuai dengan harapan.
Karena tidak bisa menahan amarah dan kekesalan terhadap pihak panitia penyelenggara, ratusan peserta dari perwakilan kabupaten kota di Jawa Barat ini protes.

“Saya merasa terhina dengan ketentuan seperti ini, kenapa? masa saya hanya mau diberikan Rp 200 ribu saja. Saya ini datang dari kampung pedalaman di Sukabumi dengan ongkos pribadi, satu jalan sudah Rp 300 ribu. Uang itu mana bisa buat saya pulang. Saya masih harus menempuh perjalanan sekitar 6 jam lagi.Teu kabayang pokonmah (pokoknya engak kebayang),” kata Aceng warga Cidaun Sukabumi.

Aceng mengatakan, sudah berusaha protes tapi pihak panitia tetap saja tidak bisa merespon tuntutannya itu. Mereka menganggap bahwa sudah menjadi ketentuan dan tidak bisa diganggu gugat. “Masa pelatihan tingkat Jawa Barat seperti ini. Kami minta pihak panitia lebih manusiwai. Kita ini datang dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Barat bukan tingkat desa. Ini tingkat Jawa Barat,” protesnya.

Hal senada diungkapakan Suryadi Kibeng perwakilan dari Kota Depok. Ia mengatakan bahwa dari awal pihak BPMPD Propinsi Jawa Barat sudah tidak ada keterbukan terhadap para peserta, di antaranya menyangkut uang transport.

“Kalo mau terbuka mungkin kejadian seperti akan bisa terhindari. Belum keluhan lainnya katanya kita di Hotel, tapi air susah dan kotor, makan pun ya paling banter karedok,” katanya.

Kericuhan terus berlanjut setelah pihak panitia tidak memberikan jawaban pasti atas tuntutan para peserta untuk menambah uang tansport dari Rp 200 sesuai DPA, menjadi Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per orang dari jumlah 227 peserta.

Hingga akhirnya kekesalan ratusan para peserta tidak terbendung lagi, mereka akhirnya memutuskan untuk meminta paksa arsif dan segala bentuk dokumen kegiatan pelatihan yang berada di salah satu kamar hotel tempat pihak panitia menginap.

Sempat terjadi ketegangan antara para peserta dengan pihak Hotel, namun tidak berlangsung lama setelah beberapa anggota Polisi dan TNI berhasl meredam para peserta yang tersulut emosi.

Hingga akhirnya para peserta yang semakin beringas berhasil mengambil paksa arsif dan dokumen kegitan yang disimpan oleh pihak panitia di salah satu kamar hotel dan di mobil milik salah seorang panitia.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan Dan Partisipasi Pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Propinsi Jawa Barat Dr Budi Setiadi yang juga Ketua panitia kegiatan mengatakan, kericuhan ini dipicu oleh uang transport peserta. “Mereka menilai tidak kurang layak dengan nilai Rp 200 ribu. Tapi dalam DPA nya sebesar itu. Kami tetap harus sesuai DPA. Ya kalo pun mereka minta tambah otomatis dengan uang pribadi,” kata Budi. (anr)

Feeds