7,5 Ton Raskin Buruk Bandung Barat Ditarik Bulog

MULAI DISTRIBUSI - Beras raskin mulai didistribusikan ke sejumlah kelurahan. Pemkot memprioritaskan kelurahan non merger untuk didistribusikan raskin alokasi dua bulan. M. AINUL ATHO' / RADAR PEKALONGAN

Bulog tarik raskin buruk di Kabupaten Bandung Barat sebanyak 7,5 ton setelah adanya laporan dari masyarakat yang diketahui kualitas raskin buruk

 


POJOKBANDUNG.com, LEMBANG-Sebanyak 7,5 ton beras miskin (raskin) ditarik oleh Bulog setelah adanya laporan dari masyarakat yang diketahui kualitas raskin buruk mulai dari warna beras kekuning-kuningan, berkutu hingga bau di Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat Ade Sudiana menyatakan, setelah adanya laporan dari masyarakat tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk meninjau ke lapangan. Ternyata, kata dia, setelah dilakukan investigasi, laporan dari warga tersebut benar adanya.

“Ketika perwakilan kami mengecek ke lapangan, benar bahwa beras tersebut mengandung kutu, warnanya kekuning-kuningan hingga bau. Kami langsung minta Bulog untuk menarik beras tersebut,” kata Ade saat ditemui wartawan di Lembang, Selasa (20/10/2015).

Diungkapkan Ade, di Desa Cikadu ada 503 Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) yang berhak menerima raskin. Setelah ditarik, pihak Bulog langsung mengirimkan kembali raskin yang jauh lebih baik. Diakui Ade, sebetulnya raskin berkualitas buruk yang ada di Desa Cikadu tersebut, belum sempat dibagikan kepada masyarakat. Beras tersebut masih di simpan di kantor desa.

“Namun, ketika dibuka ternyata berasnya berkualitas buruk. Sehingga, tidak dibagikan kepada warga. Tidak betul, kalau ada kabar bahwa beras tersebut sudah beredar sejak 3 bulan lalu,” ungkapnya.

Menurut Ade, sesuai dengan prosedurnya, bila ditemukan raskin berkualitas buruk, masyarakat diharapkan bisa melapor dengan waktu 2×24 jam. Setelah adanya pengaduan dari masyarakat, beras tersebut akan langsung ditarik oleh Bulog.

“Buktinya yang terjadi di Desa Cikadu ini, setelah Bulog dan pemerintah menerima aduan masyarakat, langsung ditarik dan diganti dengan beras yang baru lagi. Masyarakat diminta melapor saja mau ke kantor desa atau ke pemkab,” ujarnya.

Ade menambahkan, raskin untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, di simpan terlebih dahulu di gudang penyimpanan yang berlokasi di Cimahi. Biasanya, kata dia, beras-beras tersebut menumpuk cukup banyak di gudang. Sehingga potensi terjadinya beras yang bau dan berkutu, bisa saja terjadi.

“Justru dari kami sudah beberapa kali meminta kepada Bulog agar beras yang dikirim ke Bandung Barat harus bagus,” katanya sambil menyebutkan raskin ini memiliki harga dikisaran Rp7 ribu hingga Rp8ribu/kg. (habibie)

 

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …