Mahasiswa Kritisi Rencana Bela Negara

Ratusan mahasiswa saat menggelar demo. Presiden BEM Unjani Kota Cimahi, Ravindra menilai rencana pemerintah pusat mengenai program membentuk 100 juta kader bela negara perlu dirasionalisasi kembali dengan situasi dan kondisi di Indonesia saat ini.

Ratusan mahasiswa saat menggelar demo. Presiden BEM Unjani Kota Cimahi, Ravindra menilai rencana pemerintah pusat mengenai program membentuk 100 juta kader bela negara perlu dirasionalisasi kembali dengan situasi dan kondisi di Indonesia saat ini.

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Terkait rencana pemerintah pusat mengenai program membentuk 100 juta kader bela negara perlu dirasionalisasi kembali dengan situasi dan kondisi di Indonesia saat ini. Sebab, yang paling prioritas di Indonesia kini yakni peluang untuk mendapatkan hak pendidikan yang sama dan jaminan kesehatan masyarakat.


Hal tersebut diungkapkan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Kota Cimahi, Ravindra menanggapi rencana Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menargetkan terbentuknya 100 juta kader bela negara hingga spuluh tahun kedepan.

Menurutnya, pemerintah hanya mengeluarkan kebijakan tanpa memberikan solusi yang kongkrit kepada masyarakat. Terlebih sudah ada aturannya dalam undang-undang, bahwa dalam keadaan bagaimana dan dalam kondisi bagaimana hingga harus melibatkan masyarakat sipil dalam urusan bela negara ini.

“Wacana bela negara ini memang penting, namun hal itu semestinya telah diberikan dan diterapkan dalam sistem dan kurikulum pendidikan di Indonesia sejak dini,” ucapnya.

Ravindra menuturkan, keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat mesti dirasionalkan kembali dengan kondisi masyarakat saat ini. “Terkait belanegara apa jaminan kepada masyarakat yang sedang bekerja atau mahasiswa yang sedang belajar,” tuturnya.

Dikatakan Ravindra, urgensitas Pemerintah semestinya lebih fokus kepada masalah jelang menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) dengan kondisi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia saat ini jika dibandingkan dengan urgensitas wacana bela negara yang masih belum terlalu mendesak jika melihat kontek Indonesia saat ini

“Jika melihat kondisi SDM saat ini masih dipertanyakan untuk dapat bersaing dengan negara asia lainnya. Jadi intinya sistem pendidikan yang harus dibenahi lebih awal oleh pemerintah. Karena awal majunya suatu bangsa dan kesejahteraan masyarakat itu berawal dari sistem pendidikan,” ungkapnya.

(ham)

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …