Kasus Korupsi PMI Kota Bandung, Diduga Melibatkan Penyelenggara Negara

PMI Kota Bandung

PMI Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Kepala Kejaksaan Negeri Bandung Dwi Hartanta mengatakan, penelusuran atas pelimpahan kasus dana Hibah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung Senilai Rp 1,8 miliar, ada indikasi keterlibatan penyelenggara negara baik dari eksekutif maupun legislatif.


Saat ini, tersangka dalam kasus korupsi tahun anggaran 2007 – 2008 itu, penyidik Kejaksaan Agung hanya menetapkan Mantan Ketua PMI Kota Bandung Nadi Sastrakusumah.

“Kemungkinan ada indikasi pihak lain berperan yaitu dari jajaran pemrintah dan legislatif. Untuk kelanjutannya bagaimana, tunggu saja hasil penyidikan lanjutan,” ujar Dwi, Jumat (16/10/2015).

Karena itu, lanjut Dwi, saat ini penyidikan dengan intensif dijalankan pada mantan Ketua PMI Kota Bandung Nadi Sastrakusumah yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Sukamiskin Bandung.

“Kita terus efektifkan penyidikan, yang bersangkutan kita tahan di Lapas karena dikhawatirkan dalam masa pelimpahan saat ini rawan terjadinya hilang barang bukti,” tukasnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Nadi sebagai tersangka kasus korupsi karena terbukti menyelewengkan dana Biaya Pengelolaan Pembangunan Daerah (BPPD) yang seharusnya diperuntukan operasional unit tranfusi darah. Selain itu, pada alokasi dana yang diperuntukan pembangunan gedung PMI Kota Bandung, yang bersangkutan membuat nota palsu.

Karenanya, Nadi diduga melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 Undang Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang – Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP. (cesar)

Feeds