Apel, DPPKAD Paling Banyak Bolos

MOHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG APEL: Bupati Subang menyerahkan bendera hitam kepada Dinas DPPKAD dan Bagian Rumah Tangga, sebagai dinas minim prestasi dalam mengikuti Apel Pagi.

MOHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG
APEL: Bupati Subang menyerahkan bendera hitam kepada Dinas DPPKAD dan Bagian Rumah Tangga, sebagai dinas minim prestasi dalam mengikuti Apel Pagi.

POJOKBANDUNG.com, SUBANG-Sebanyak enam jenis penghargaan diserahkan oleh bupati Subang H.Ojang Sohandi dan Wakil Bupati Hj Imas Arumningsih dalam apel pengibaran bendera di halaman, Pemkab Subang Senin (12/10/2015)


Adapun jenis Pengharggaan tersebut terdiri dari penghargaan atas prestasi dan penghargaan atas ‘kinerja buruk’ di lingkungan Pemkab Subang. Untuk penghargaan berprestasi yakni  berupa piagam dan medali anugerah Sasana Desa dari Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia,untuk tujuh desa dalam lomba desa sadar hukum.

Selanjutnya penerima piagam dan medali tersbut diantaranya Desa, Bale Bandung, Bangga Mulya, Mayeti, Tanjungsiang Segelaherang Kaler, Kaler,Desa Kasomalang Wetan, dan desa Kota Sari.

Untuk jenis medalai  emas, perak dan perugu dari lomba Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat penerimanya SMK PGRI Kabupaten Subang, Juara 3 Lomba Paduan Suara Guru dari 27 Kabupaten /Kota se-Provinsi Jawa Barat, juara 2 bola voly putri SMA/SMK Se Jawa Barat.

Selenjutnya pemberian penghargaan yang terbilang unik, yaitu pemberian penghargaan berupa bendera putih yang bertuliskan ”Saya Bangga Mengikuti Apel, kepada dinas atau OPD yang mengikuti apel dengan persentasi paling tinggi, dan bendera hitam yang bertuliskan ”Saya Malu Tidak Mengikuti Apel” kepada dinas atau OPD yang mengikuti apel pagi dengan prosentasi sangat rendah atau sangat sedikit. DPPKAD dan Bagian Rumah Tangga yang menerima bendera hitam,dan penerima bendera putih ARDA dan Bagian Tata Usaha.

Bupati Subang H Ojang Sohandi mengatakan, pemberian bendera ini bukan semata-mata hanya untuk menertawakan pemenerima bendera hitam, tapi dengan tujuan agar semangat dalam menjalankan tugas lebih muncul dan menjadi pilihan sadar.

“Apel merupakan sebuah bentuk konsolidasi pertama dalam menjalankan tugas, dan ini harus menjadi pilihan sadar kita semua bukan menjadi pilihan paksaan, dan saya juga sangat mengapresiasi kepada 7 desa yang mampu bersaing dengan 27 desa se Jawa Barat dan menjadi motivasi bagi desa lainnya, ini juga sekaigus memberikan nama baik dan menjadi geliat serta atmosfer yang unggul,” ungkapnya.

Ojang meminta, bagi dianas penerima bendera hitam termasuk penerima putih tersebut harus dikibarkan didepan kantornya masing- masing, selama satu bulan sampai pemberian bendera tersebut kepada dinas lainnya.

“Kedepan juga kita akan memberikan penilain kepada staf yang tidak hanya mengikuti apel, tapi juga dalam melaksanakan kerja apakah pulang lebih awal atau mengikuti jadwal, atau mungkin memisahkan barisan kepada bagian yang tidak mengikuti apel,” pungkasnya.

Dalam apel tersebut juga disuguhkan atraksi Tarung Darajat, binaan dinas DPPKAD. (anr)

Feeds

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …