Stok Beras Jabar Aman Hingga Desember

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, keterjangkauan pangan oleh masyarakat menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Pengelolaan distribusi pangan harus dibenahi agar tidak menimbulkan gejolak harga di masyarakat.


Adanya mekanisme pasar yang tidak normal mengakibatkan gejolak harga pangan di masyarakat. Hal ini terjadi karena adanya pihak-pihak yang memainkan harga pangan di pasaran.

“Ada mafia yang bermain, baik di tingkat lokal maupun yang lebih besar,” kata Heryawan usai menghadiri peringatan Hari Pangan se-Dunia tingkat provinsi, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (7/10). Sebagai contoh, kata Heryawan, adanya permainan mafia ini terjadi saat harga cabai di masyarakat tidak stabil, belum lama ini.

“Kalau kemarin pada waktu puasa, ternyata urusan gejolak cabai bukan karena langka. Begitu jugan dengan bawang. Ini (persoalan) distribusi. Di Cirebon harga bawang 7 ribu (rupiah), tapi di Keramat Jati. (Jakarta) 30 ribu. Cabai di Cianjur 15 ribu, di Bandung 50 ribu. Yang bener saja,” katanya.

Kondisi ini, jika dibiarkan akan mengganggu kondisi ketahanan pangan. Sebab, ketahanan pangan akan tercapai jika pangan tersedia dan mampu dijangkau masyarakat.

Untuk menjaga ketahanan pangan, selain turut menjaga produktifitas, Heryawan mengaku pihaknya melakukan upaya agar harga pangan di pasaran bisa terkendali. “Ketersediaan dan keterjangkauan pangan akan dikelola dengan baik. Supaya harga pangan stabil, maka setiap kali ada gejolak pangan, pemerintah langsung turun tangan untuk operasi pasar,” kata Heryawan.

Selain itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah pun terus memantau dan melakukan analisa terhadap kondisi harga pangan di pasaran. “Ketika mafianya dihentikan, aparat turun tangan, maka harga pangan akan kembali normal,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, ketersediaan pangan di Jabar tidak mengalami persoalan. Stok beras di Jabar masih mencukupi hingga bulan Desember mendatang.

Hal ini terjadi karena sekarang masih memasuki musim panen. Meski Jabar mengalami kekeringan seluas 100 hektare, namun hal ini tidak mengganggu masa panen karena masih adanya pengairan yang baik.

“Pusonya hanya 7 ribu hektar. Jadi tidak berpengaruh ke harga. Karena meski kekeringan, masih ada hujan, masih ada air yang bisa dialirkan,” katanya seraya mengaku optimistis target produksi padi Jabar tahun ini akan terpenuhi.

Amannya ketersediaan pangan di Jabar pun dibenarkan Kepala Bulog Jabar. Menurutnya, jumlah cadangan beras saat ini mencapai 230 ribu ton. “Kita masih menyerap terus, masih menyerap beras dari masyarakat,” katanya di tempat yang sama.

(RadarBandung/agp)

Feeds