Tak Kehilangan Asa

Atep (kanan)

Atep (kanan)

POJOKBANDUNG.ID, PERSIB – Untuk sampai di partai puncak turnamen Piala Presiden 2015, Persib Bandung dihadapkan dengan situasi yang nyaris sama dengan sebelum sampai di babak semifinal.


Ditahan imbang Pusamania Borneo FC di leg I, Persib memenangkan duel di leg kedua di Stadion Si Jalak Harupat dengan skor 2-1. Kemenangan itu cukup untuk mengantarkan Persib menapaki babak semifinal dengan agregat imbang 4-4. Namun Persib lolos karena keunggulan agresivitas gol tandang.

Namun kondisinya kini  jelas lebih berat. Setelah menelan kekalahan 0-1 di leg I dari Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Persib dituntut menang besar dari Mitra Kukar di leg II jika mau bersua pemenang dari duel antara Sriwijaya FC versus Arema Cronous.

Membutuhkan kemenangan besar, kapten tim Maung Bandung Atep tak kehilangan asa. Ditengah situasi sulit, Atep pun masih menyimpan keyakinan jika Persib dapat lolos ke partai puncak.

Kembalinya lima pemain utama pascamenjalani hukuman akumulasi kartu, dan dukungan Bobotoh, kembali dianggap memberikan keuntungan tersendiri bagi Persib utnuk menjalani leg II.

“Tentunya keuntungan untuk kita yang akan kembali bermain full team dan bermain dibawah dukungan  suporter, itu menjadi keunggulan kita,” ungkap pemilik nomor punggung 7 itu.

“Tentu leg kedua pertandingan yang berat  karena kita harus menang 2-0 tapi mudah-mudahan teman-teman tidak terbenani dan (kekalahan di leg I) bisa menjadi motivasi karena saya pribadi masih optimis bisa menang,” timpalnya.

Alasan lainnya, Atep menilai jika performa Persib tidak kalah dari tim arahan Jafri Sastra. Hilangnya konsentrasi lah, menurut dia, yang membuat timnya kalah di leg I hingga kecolongan pada menit 83.
“Kemarin sebenarnya mereka sempat tidak bisa berbuat banyak dengan gaya permainan kita, dengan strategi yang kita jalankan. Tapi kita kecolongan melalui bola mati,” katanya.

tentunya, dalam bentrokan di leg II di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (10/10), Atep berharap kesalahan itu tak lagi terjadi. “Harus diantisipasi karena kekuatan Mitra Kukar hanya itu (bola mati), ditambah dua winger. Kita tinggal memutus pola penyerangan dari winger dan bola-bola mati. Kita bisa menang, saya yakin itu,” tegas pemain kelahiran Cianjur itu.

Atep mengakui, di leg pertama lalu juga terhambat kondisi lapangan Stadion Aji Imbut. “Ya memang kondisi lapangan sedikit berat karena kita identik dengan bermain bola pendek, kemarin sedikit tidak jalan tapi secara keseluruhan kita bermain sesuai instruksi pelatih,” tandasnya. (radarbandung/pra)

Feeds