Seperempat Balita Pernah Mengidap ISPA

IST POSYANDU : Para orang tua  membawa anaknya ke Posyandu. Hampir seperempat balita di Kabupaten Bandung pernah menderita Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), buruknya lingkungan menjadikan penyebab tingginya angka tersebut.

IST
POSYANDU : Para orang tua membawa anaknya ke Posyandu. Hampir seperempat balita di Kabupaten Bandung pernah menderita Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), buruknya lingkungan menjadikan penyebab tingginya angka tersebut.

POJOKBANDUNG.id, SOREANG –  Hampir seperempat balita di Kabupaten Bandung pernah menderita Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), buruknya lingkungan menjadikan penyebab tingginya angka tersebut.


“Sejak Januari ada sampai sekarang 122.469 kasus ISPA yang menyerang anak dibawah lima tahun,”tutur Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Riantini, Selasa (6/10/2015).

Dipaparkannya, dari data tersebut sebanyak120.533 merupakan penderita ISPA biasa dan 1.936 anak donyarakan mengidap pneumonia atau infeksi yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Dari 1.936 anak yang menderita Pneumonia, 827 diantaranya menderita pneumonia berat.

Di Kabupaten Bandung sendiri, terdapat 335.138 anak, sehingga jika terdapat 122.469 anak pernah menderita ISPA, maka hampir seperempatnya pernah mengalami gangguan tersebut. “Masih jauh dengan target Riset Kesehatan Dasar 2013 yang harusnya 4,6 persen dari total balita,” ujaarnya.

Diungkapkannya, penderita ISPA pada anak tersebut terjadi saat musim kemarau, hal tersebut dikarenakankondisi lingkungan yang kurang bagus. Saat musim kemarau, kualitas udara menjadi buruk akibat banyaknya debu yang menjadi salah satu pemicu ISPA.

“Selain itu, disebabkan juga kebiasaan masyarakat yang suka menggunakan obat antinyamuk, minum minuman dingin saat cuaca panas, kurangnya higienitas lingkungan, serta pengetahuan mengenai gizi yang minim. Balita sangat rentan terkena ISPA,” katanya.

Kasus ISPA di Kabupaten Bandung, katanya, masih ditangani dengan baik dan tidak sampai menimbulkan kematian. Dinas Kesehatan memberikan perawatan intensif kepada para penderita pneumonia parah di rumah sakit atau puskesmas.

Untuk mencegah ISPA, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungannya, memaksimalkan penggunaan matahari pagi untuk membunuh bakteri dan virus di rumah, menjalani pola makan bergizi dan seimbang, serta menghindari minuman dingin dan jajan sembarangan.

(RadarBandung/mld)

Feeds