Soal Kekeringan BPBD Tunggu Arahan Bupati

Para bocah asyik main layangan di lahan yang kering. BPBD Kabupaten Bandung masih menunggu intruksi resmi dari Bupati Bandung untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober.

Para bocah asyik main layangan di lahan yang kering. BPBD Kabupaten Bandung masih menunggu instruksi resmi dari Bupati Bandung untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober.

POJOKBANDUNG.ID, SOREANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung masih menunggu instruksi resmi dari Bupati Bandung Dadang Naser untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan yang berakhir pada 5 Oktober. “Kami masih melakukan evaluasi dan menunggu instruksi dari bupati apakah tanggap darurat kekeringan akan diperpanjang atau tidak,” tutur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Cecep Hendrawan.
Kendati demikian, pihaknya masih melakukan distribusi air bersih ke sejumlah daerah di Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan.


Cecep menyebutkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan berakhirnya musim kemarau yang disebabkan oleh elnino.
Selama masa tanggap darurat yang dimulai 15 September lalu, lanjut Cecep, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan seperti pendistribusian torn, jerigen dan pompa manual ke sejumlah daerah yang menjadi titik rawan kekeringan. “Kita juga memberi sekat bakar di lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran lahan,” imbuhnya.

Dia menerangkan, ada 62 Desa di 26 kecamatan se-Kabupaten Bandung yang mengalami kekeringan. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang melakukan pengajuan distribusi air bersih.
Dengan memperhatikan bertambahnya permintaan pasokan air bersih dan prediksi cuaca BMKG, kata Cecep, tidak menutup kemungkinan bila nanti status ini akan kembali diperpanjang mengingat musim kemarau masih cukup panjang melanda wilayahnya. Terlebih, adanya prakiraan musim penghujan akan mulai terjadi di akhir Oktober ini bahkan bisa saja di pertengahan Nopember nanti. “Makanya, tanggap darurat kekeringan mungkin akan diperpanjang 21 hari ke depan sebagaimana arahan resmi kepala daerah,” ungkapnya. (radarbandung/mld)

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …