Teganya…Situs Online Singapura Jual TKW

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Salah satu situs jual beli online Singapura Carousell kedapatan memasang iklan penjualan beberapa Pekerja Migran Indonesia perempuan (TKW). Para TKW lengkap beserta foro profil dan harganya diunggah oleh salah satu akun penjual bernama @maid.recruitment.

Para foto TKW dipajang dengan menggunakan kaos berkerah merah. Diklasifikasikan dalam kategori fresh (tanpa pengalaman bekerja di luar negeri) hingga ex abroad (pernah bekerja di luar negeri). Beberapa diantaranya ditandai terjual (sold).

Kementerian Tenaga Kerja Singapura atau The Ministry of Manpower (MOM), lewat pernyataan resminya berjanji untuk mengusut dan menyelidik kasus tersebut.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa KBRI sudah mengetahui kejadian ini. Karena itu, KBRI telah menyampaikan secara tertulis keprihatinan teehadap praktek tersebut kepada MOM Singapura.

Iqbal berjanji, besok (17/09), KBRI juga akan mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Singapura  ”Kami sampaikan keprihatinan bahwa kejadian serupa sudah terjadi beberapa kali di Singapura serta permintaan agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terhadap,” jelas Iqbal, Minggu (16/9/2018).

Iqbal menyebut, bukan kali ini saja ada kasus dimana TKI diperjual belikan seperti barang dagangan. Iqbal juga berjanji bahwa segala langkah akan dilakukan untuk mencegah hal ini terulang kembali. Termasuk mengambil langkah-langkah hukum.

Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan klarifikasi dan pendalaman terhadap kasus tersebut. Pihak BNP2TKI masih menunggu kabar dari KBRI Hongkong.

Anjar mengatakan, berdasarkan definisi dari Protokol PBB, perekrutan dengan cara mengambil keuntungan untuk tujuan ekspolitasi pekerja migran bisa dikatakan masuk dalam kategori perdagangan manusia (human trafficking). “Tapi pemerintah Singapura pasti patuh pada protokol itu, itu bakal menguatkan usaha-usaha kita,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo mengutuk keras adanya penayangan iklan penjualan pekerja migran indonesia di situs carousell dan menuntut adanya tindakan hukum.

Wahyu menuturkan, memperlakukan penawaran jasa PRT Migran Indonesia seperti memperjualbelikan komoditi sebenarnya bukan hal yang baru, meski selalu diprotes oleh khalayak ramai. Di Malaysia, pernah ada iklan masif yang tertempel di jalan-jalan kuala lumpur bertulis “Indonesia Maid on Sale”.

Di Singapura juga pernah terungkap, penawaran jasa PRT migran, dengan mempertontonkan langsung calon PRT migran di gerai-gerai. Ini tentu sangat tidak adil dan merendahkan martabat PRT migran Indonesia. ”Ke depan harus ada standar dan code of conduct dalam memberikan informasi mengenai lowongan kerja dan mempekerjakan PRT migran sesuai dengan syarat-syarat hak asasi manusia,” jelasnya.

(tau)

 

loading...

Feeds