Masyarakat Jawa Barat Jangan Panik dengan Berita Gempa Bumi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Belum lama ini publik sempat digemparkan oleh pesan berantai bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar untuk bagian Pulau Jawa, pesan tersebut tersebar melalui beberapa media sosial. Bahkan nama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terpajang dalam pesan berantai itu dengan memuat link channel Youtube milik sebuah stasiun televisi.

Dalam keterangan pesan berantai itu mengatakan bahwa kondisi tersebut akibat meningkatnya aktivitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa.

Oleh karena itu Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Sri Hidayati, menjelaskan, apa yang disampaikan LIPI pada video yang tautannya disertakan dalam pesan berantai itu adalah potensi gempa bumi di selatan pulau Jawa.

Sri mengatakan, pada selatan pulau Jawa, terletak sumber gempa bumi yang berasal dari zona subduksi. Zona subduksi di selatan Jawa itu akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. “Kapan dan di mana akan terjadi gempa bumi serta besar magnituda sampai saat ini belum ada yang bisa memprediksi,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (14/8/2018).

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi, Akhmad Solihin juga menjelaskan, hasil penelitian terkait potensi sumber gempa bumi seperti yang diutarakan peneliti LIPI bukan untuk menakut-nakuti dan menjadikan masyarakat panik, namun, sebaiknya digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi bencana gempa bumi.

Kata Solihin, upaya yang dapat dilakukan masyarakat saat ini adalah dengan meningkatkan pengetahuan mengenai gempa bumi. Termasuk mengetahui potensi kegempaan di wilayahnya, kemudian membangun bangunan yang tahan gempa bumi.

“Masyarakat Indonesia perlu mengetahui bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan kejadian gempa bumi,” jelasnya.

Lanjut Solihin, masyarakat perlu mengetahui juga bahwa hingga saat ini belum ada teknologi atau ahli di dunia, yang dapat memprediksi secara akurat kapan di mana dan seberapa besar suatu kejadian gempa bumi.

Adapun upaya yang dapat dilakukan para peneliti dan ahli gempa bumi kata Solihin,  adalah melakukan identifikasi atau pemetaan serta mengkarakterisasi sumber-sumber gempa bumi.

“Berdasarkan informasi terkait sumber gempa bumi, para ahli juga dapat mengestimasi besarnya guncangan gempa bumi yang dapat melanda suatu wilayah hasilnya digunakan sebagai acuan mendesain bangunan di wilayah tersebut,”pungkasnya.

(azs/pojokbandung)

loading...

Feeds