Sekum PP Persis Sayangkan Kasus Ustad Evie Effendi Masuk Ranah Hukum

Ustad Evie Effendi jumpa pers usai memenuhi panggilan MUI Jabar. Foto: Nur Fidhiah Shabrina

Ustad Evie Effendi jumpa pers usai memenuhi panggilan MUI Jabar. Foto: Nur Fidhiah Shabrina

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pengurus Pusat Persatuan Islam atau Persis buka suara mengenai kontroversi ceramah Ustad Evie Effendi.

Seperti diketahui, dalam salah satu ceramahnya, ustad yang terkenal di kalangan anak muda itu, menyatakan Nabi Muhammad ‘sesat’.

“Ustad Evie itu merupakan aset dakwah. Dia itu bisa masuk ke dalam segmen dakwah yang selama ini tidak tersentuh, dan itu positif. Kalau kemarin beliau istilahnya keceletot. Sepertinya itu yang harus diluruskan,” ujar Sekretaris PP Persis Haris Muslim, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi Ustad Evie maupun para pedakwah lainnya untuk bisa lebih memerhatikan cara penyampaian informasi agar tidak terjadi salah tangkap di kalangan masyarakat.

“Mengenai video juga kemarin yang beredar hanya sepotong. Selain itu memang Ustad Evie menggunakan diksi yang kurang tepat. Memang tidak sesuai dengan tafsir Surat Ad Dhuha ayat tujuh. Ustad Evie salah, itu wajar, karena dia manusia. Semua juga bisa melakukan kesalahan tersebut,” ujarnya.

Dia menilai positif tindakan MUI Jabar yang segera memanggil Ustad Evie untuk melakukan klarifikasi atas kasus ini.

“Keputusan pertemuan Ustad Evie dan MUI itu sudah sangat tepat. Karena MUI kan merupakan representasi dari pemerintah sekaligus ormas-ormas Islam. Selain itu dari pihak MUI sendiri juga apresiasi Ustad Evie untuk meluruskan apa yang harus diluruskan,” paparnya.

Maka dari itu, dia menyayangkan pihak-pihak yang masih berniat untuk membawa kasus ini hingga ke ranah hukum.

Menurutnya, kasus ini tidak perlu lagi diperpanjang, mengingat Ustad Evie sudah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat.

“Beliau minta maaf dan mengakui salah. Jadi apa lagi yang dipermasalahkan? Toh beliau sudah minta maaf. Kalau saya sampai sini sudah lah. Masih banyak agenda lain yang harus dikerjakan untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.

(ayobandung/pojokbandung)

loading...

Feeds