Ada Lebih dari Enam Ribu Anak di Kota Cimahi Alami Masalah Stunting

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, Untuk mengantisipasi masalah stunting di Kota Cimahi, tidaklah cukup jika hanya mengandalkan perhatian dari pemerintah.

Sebab, masalah tersebut diawali dari asupan gizi pada bayi yang kurang baik. Sehingga, peran keluarga terutama ibu yang sedang mengandung harus memiliki perhatian lebih.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Fitriani Manan menyebutkan, dengan jumlah ahli gizi yang ada saat ini, tidak cukup untuk mengcover secara keseluruhan. Oleh sebab itu, agar semua wilayah di Cimahi bisa tercover dalam pengawasan memberikan gizi pada anak, maka dilibatkan pula Kader Kesehatan se-Kota Cimahi.

“Ahli gizi cuman ada 13, jadi perlu peran pihak lain untuk bersama memperhatikan gizi pada anak dari uisa 0 tahun bahkan hingga remaja,” kata Fitri

Dari jumlah 39.169 balita di Kota Cimahi, lanjut dia, jumlah anak stuntinhnya mencapai  6.166 anak atau 15,74%. Untuk balita yang rentan yakni sejak usia 0-59 bulan. Sebab, masa pertumbuhan anak adalah usia 0-24 bulan.

“Para ahli gizi dan tenaga lainnya difokuskan untuk penanganan gizi,” terangnya.

Fitriani menjelaskan, selain fokus terhadap penyuluhan, para ahli gizi dan kader kesehatan akan melakukan pemeriksaan seperti,  pengukuran berat dan tinggi badan anak. Selain itu, mereka harus mengantisipasi kasus stunting sejak remaja.

Saat ini, Dinkes Cimahi sudah menyiapkan kaum perempuan untuk menjadi seorang ibu. Nantinya para perempuan ini akan menjalankan program program tablet tambah darah untuk semua remaja putri SMP/SMA.

“Berdasarkan hasil survey, remaja putri di Kota Cimahi banyak yang mengalami anemia. Awalnya anemia, tapi kalau sudah menikah dan kemudian hamil anemia itu dibiarkan, biasanya hemodilusinya turun lagi. Itu berakibat pada berat lahir yang rendah, dan berpengaruh pada pertumbuhan anak,” jelasnya.

Pada masa kehamilan, lanjut dia, seorang  ibu hamil harus dilakukan pemantauan dan pemeriksaan selama sembilan bulan masa kehamilan termasuk pemberian gizi. Aturannya, minimal wanita hamil melakukan pemeriksaan selama empat kali saat masa kehamilan.

“Dengan pemeriksaan kesehatan dimasa hamil, adalah salah satu antisapasi mencegah stunting pada anak,” ungkapnya.

(gat)

loading...

Feeds