JPU Hadirkan Saksi Ahli dalam Sidang SBL

Suasana sidang dengan menghadirkan saksi ahli Prof Nandang Sambas pada sidang PT SBLdengan terdakwa Aom Juang Wibowo Sastra Ningrat dan Eri Ramdhani di PN Bandung Jalan R.E Martadinata, , Kamis (9/8/2018). Azis Zulkhairil/Pojokbandung

Suasana sidang dengan menghadirkan saksi ahli Prof Nandang Sambas pada sidang PT SBLdengan terdakwa Aom Juang Wibowo Sastra Ningrat dan Eri Ramdhani di PN Bandung Jalan R.E Martadinata, , Kamis (9/8/2018). Azis Zulkhairil/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah beberapa hari lalu menghadirkan saksi-saksi terkait kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Ahli untuk khasus PT Solusi Balad Lumampah (SBL) dengan terdakwa Aom Juang Wibowo Sastra Ningrat dan Eri Ramdhani di Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (9/8/2018)

Saksi Ahli yang dihadirkan adalah, Nandang Sambas profesor dari Universitas Islam Bandung, Nandang memberikan keterangan, bahwa duo terdakwa mengakui statusnya sebagai freelance marketing plane. Jika dilihat dalam hukum pidana, orang itu selama sama-sama melakukan perbuatan dan keduanya mengetahui itu melanggar hukum.

“Itu masuk kategori pelaku, saya katakan pelaku dalam hukum pidana itu bisa mereka yang melakukan bisa juga mereka yang menyuruh orang lain melakukan yang turut serta membujuk,” kata Nandang setelah sidang di Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/8/2018).

Nandang menjelaskan, setelah memberikan keterangan tersebut pada Jaksa, hakim dan kuasa hukum terdakwa, ia menyerahkan semuanya kepada JPU di pertimbangkan atau tidak mengingat keputusan tersebut ada pada JPU.

Lanjut Nandang, dalam kasus tersebut tinggal sejauh mana tingkat Freelance itu di lakukan dan apakah betul ada beberap perbuatan tidak lazim di lakukan.

“Tetapi kalau mereka melihat secara umum ini bukan hanya berlaku normatif tapi logika umum, pada logikanya mereka di bayar,”jelasnya.

Nandang menegaskan, dari semua pernyataanya dalam sidang nanti jaksa yang buktikan sampai mana apakah duo terdakwa itu betul tidak mengetahui, atau mereka dibayar untuk freelance saja.

Untuk diketahui, terdakwa Aom Juang Wibowo selaku Direktur Utama PT SBL dan Ery Ramdani selaku Direktur Keuangan yang berhasil memberikan janji palsu kepada para umat ketika hendak melakukan ibadah umroh dan Haji.

Terdakwa terbukti dijerat dengan 372 dan 378 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan, pasal 63 ayat 1 UU nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Haji, pasal 2 ayat 1 jo pasal 4 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun dan denda Rp 20 miliar.

(azs/pojokbandung)

loading...

Feeds